Mangupura, balibercerita.com –
Jelang perhelatan G20 pada bulan November 2022, ITDC melalui SBU The Nusa Dua kembali melakukan penataan area usaha Paguyuban Pedagang Pantai di Kawasan The Nusa Dua. Kali ini, penataan itu menyentuh area usaha penyewaan alat surfing (selancar) Paguyuban Sekar Sari yang berlokasi di area pantai Pulau Nusa Dharma, The Nusa Dua.
Penataan yang telah selesai dirampungan itu berupa penyiapan bangunan kios seluas 18 m2 yang difungsikan sebagai counter reservasi, tempat penyewaan peralatan selancar, serta tempat penyimpanan barang wisatawan.
Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, penataan area usaha itu merupakan wujud komitmen dukungan terhadap pengembangan community based tourism melalui Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua. Selama ini mereka telah memberikan nilai tambah bagi kawasan, melalui penyediaan berbagai jasa terkait kepariwisataan.
“Penataan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan anggota paguyuban pedagang pantai. Sehingga dapat semakin menambah daya tarik kawasan dalam menyambut kembali kunjungan wisatawan mancanegara khususnya ke The Nusa Dua,” ucapnya.
Dipaparkannya, paguyuban pedagang pantai di Kawasan The Nusa Dua merupakan kelompok masyarakat desa penyangga yang dahulu berprofesi sebagai nelayan dan pedagang pantai, yang kemudian direlokasi dalam suatu lokasi di antara lot-lot hotel dan fasilitas yang berhadapan dengan pantai Kawasan The Nusa Dua. Saat ini, terdapat sembilan kelompok paguyuban pedagang pantai dengan total anggota kurang lebih 468 orang dengan berbagai jenis usaha mulai dari menjual souvenir, penyewaan papan surfing, F&B, massage serta usaha lainnya untuk kebutuhan wisatawan di Kawasan The Nusa Dua.
Secara bertahap pihaknya akan terus melanjutkan penataan pada area usaha paguyuban pedagang pantai lainnya sesuai kebutuhan, baik dari sisi bangunan, tampilan serta standar layanan terhadap wisatawan di The Nusa Dua.
Guna menjaga kualitas layanan, ITDC juga telah merampungkan beberapa panduan pelayanan wisatawan agar setiap anggota paguyuban pedagang pantai dapat semakin profesional dalam melayani wisatawan. “Saat ini kami juga sedang menyiapkan ID card untuk digunakan oleh seluruh anggota Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua. Dengan menggunakan ID card ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan wisatawan yang memanfaatkan layanan para anggota sekaligus memudahkan pengawasan aktivitas di lapangan. Kami targetkan ID card ini dapat rampung dan mulai digunakan oleh para anggota paguyuban pada akhir April,” paparnya.
Selama ini, ITDC telah melakukan peningkatan kualitas Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua baik melalui penataan area usaha maupun pemberian pelatihan secara berkesinambungan. Dalam lima tahun terakhir, ITDC secara bertahap telah melakukan penataan pada sejumlah area usaha paguyuban diantaranya pembangunan kios berjualan, pembenahan tempat massage, serta penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional kegiatan usaha meliputi jaringan listrik, penambahan fasilitas toilet, shower serta tempat cuci tangan.
Sementara untuk program pembinaan dan pelatihan, ITDC telah memberikan pelatihan kepada anggota pedagang pantai diantaranya pelatihan bahasa Inggris, hospitality, pelatihan bahasa Mandarin, cooking class and hygiene serta pelatihan digital marketing guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melayani wisatawan. (BC5)

















