Jelang Imlek, Puluhan Rupang di Vihara Dharmayana Kuta Disucikan

0
168
Imlek Vihara Dharmayana Kuta
Umat saat membersihkan rupang jelang Imlek. (ist)

balibercerita.com –
Kendati diguyur hujan sejak pagi, penyucian arca rupang di Vihara Dharmayana/Leng Gwan Byo Kuta, Rabu (11/2), berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong. Air hujan yang turun tak menghalangi jalannya kegiatan yang telah menjadi tradisi rutin setiap sepekan sebelum hari raya Imlek.

Sejak pukul 08.00 Wita, ratusan warga keturunan Tionghoa bersama krama Banjar Dharma Semadi bergotong royong melaksanakan kegiatan bersih-bersih dan penyucian sarana persembahyangan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai perwakilan keluarga besar Banjar Dharma Semadi Kuta. Doa dipanjatkan kepada para Kongco dan Sing Bing (leluhur), serta Dewa-Dewi yang dihormati dalam tradisi Tionghoa, memohon keselamatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menyongsong tahun baru.

Penanggung Jawab Pengurus Vihara Dharmayana/Leng Gwan Byo Kuta sekaligus Kelian Suka Duka Banjar Dharma Semadi, Adi Dharmaja Kusuma menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan tanggal 24 bulan 12 kalender Imlek 2576, yang dipercaya sebagai momen Dewa Toa Pek Kong naik ke surga.

Baca Juga:   Lestarikan Budaya Bali, Yayasan SBSD Cetak Dalang Muda Seni Pewayangan Tradisional 

“Hari ini kita melaksanakan pembersihan dan penyucian rupang Sing Bing Kongco, altar, serta seluruh area vihara. Rupang Bodhisattva dan para Kongco sudah diturunkan sejak pagi, kemudian disucikan menggunakan air sumur vihara dan bunga kembang warna-warni. Sekaligus dilakukan pemasangan lampion, pembongkaran lilin lama, dan pembersihan altar serta lingkungan,” ujarnya.

Tak kurang dari 100 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur pemuda, ibu-ibu PKK, anggota banjar, hingga rohaniawan. Meski berlangsung pada hari kerja dan di tengah cuaca kurang bersahabat, partisipasi warga tetap tinggi sebagai wujud bakti, kebersamaan, dan penghormatan kepada leluhur.

Di vihara ini terdapat sekitar 90 rupang atau arca dengan berbagai ukuran dan bentuk. Setiap tahunnya jumlah tersebut bertambah karena adanya umat yang mempersembahkan rupang baru sebagai nazar dan ungkapan syukur. Rupang-rupang tersebut tersebar di sejumlah titik suci di kompleks vihara, mulai dari ruang utama sembahyang, area Catur Muka, Semen Po, hingga Cing San. Seluruhnya diturunkan dan disucikan sebagai simbol pembersihan lahir dan batin menyambut tahun yang baru.

Baca Juga:   Bade Tumpang Solas dan Ogoh-ogoh Cupak Jadi Daya Tarik Warga

Semangat gotong royong yang terjalin juga menjadi cerminan toleransi dan harmoni antarumat beragama di kawasan Kuta. Kebersamaan warga dalam mempersiapkan Imlek menunjukkan kuatnya nilai persaudaraan lintas komunitas yang telah terbangun sejak lama.

Rangkaian perayaan Imlek akan berlanjut pada 16 Februari 2026 atau sehari sebelum pergantian tahun. Pada hari tersebut, umat melaksanakan persembahyangan tutup tahun di rumah masing-masing maupun di vihara sebagai ungkapan syukur atas perjalanan setahun terakhir.

Khusus di Vihara Dharmayana/Leng Gwan Byo Kuta akan digelar persembahyangan tolak bala yang dirangkaikan dengan kirab barongsai dan liong. “Kegiatan kirab akan melibatkan lima barongsai dan dua Liong dengan rute dari Jalan Blambangan depan vihara menuju Kalianget, depan SD, Pura Desa, Jalan Raya Kuta Temacun, lalu kembali ke vihara dengan durasi sekitar 45 menit,” jelasnya.

Baca Juga:   Mesantalan, Tradisi Unik Sebagai Wujud Syukur Hasil Panen di Desa Apit Yeh 

Memasuki detik-detik Tahun Baru Imlek pada 17 Februari 2026 pukul 00.00 Wita, umat mulai melaksanakan persembahyangan umum. Setelah sembahyang di rumah, umat biasanya melanjutkan persembahyangan di vihara hingga siang hari. Pada puncak perayaan Imlek, jumlah umat diperkirakan mencapai 3.000 hingga 3.500 orang, termasuk wisatawan domestik maupun mancanegara yang merayakan Imlek di Bali.

Tahun Baru Imlek 2577 berada di bawah naungan Shio Kuda Api yang diyakini melambangkan kegesitan, kekuatan, semangat, dan pantang menyerah. Harapan pun dipanjatkan agar tahun yang baru membawa keberkahan, kedamaian, serta kesejahteraan bagi seluruh umat. “Rangkaian perayaan Imlek akan ditutup pada Cap Go Meh yang jatuh pada 3 Maret 2026, sekaligus menandai purnama pertama Tahun Baru Imlek 2577 Shio Kuda Api,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini