Jelang Idul Adha, Pertamina Pastikan Stok Energi di Bali Aman

0
280
Idul Adha
Pengecekan stok LPG bersubsidi di wilayah Bali. (ist)

Denpasar, balibercerita.com –
Menjelang Idul Adha yang jatuh pada 6 Juni 2025 dan bertepatan dengan akhir pekan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan bahwa stok energi di wilayah Bali tetap aman. Masyarakat pun diminta untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG secara berlebihan.

“Stok energi kita aman dan tercukupi. Masyarakat tidak perlu panik dan membeli secara berlebihan, terutama untuk LPG 3 kg. Kami telah menyiapkan langkah antisipatif agar distribusi tetap lancar di masa libur panjang Idul Adha,” ujar Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

Baca Juga:   Pertamina-TPS 3R Kedonganan Terapkan Sistem Barcode Pertama di Bali dalam Pengelolaan Sampah

Sebagai bentuk antisipasi lonjakan konsumsi, Pertamina menambah penyaluran LPG subsidi 3 kg sebanyak 278.320 tabung atau naik 104,04 persen dari rata-rata konsumsi harian normal. Penyaluran tambahan ini telah dimulai sejak 2 Juni 2025 dan akan terus dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Baca Juga:   BRILian Fest 2023 di Pantai Melasti, Berlangsung Meriah dan Bertabur Hadiah 

Distribusi tambahan tersebut meliputi Kota Denpasar sebanyak 68.880 tabung, Kabupaten Badung 31.920 tabung, Kabupaten Gianyar 37.520 tabung, Kabupaten Karangasem 25.200 tabung, Kabupaten Tabanan 29.120 tabung, Kabupaten Jembrana 17.360 tabung, Kabupaten Buleleng 28.560 tabung, Kabupaten Bangli 24.080 tabung, dan Kabupaten Klungkung sebanyak 15.680 tabung.

Selain LPG, Pertamina juga memastikan kesiapan layanan BBM dengan menambah jam operasional Terminal BBM Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis selama libur akhir pekan. Pertamina juga melaksanakan pengecekan sarana dan fasilitas SPBU serta memastikan kualitas dan kuantitas BBM di lapangan.

Baca Juga:   Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, BBPOM Intensifkan Pengawasan Pangan

“Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai kekhawatiran dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” tegas Ahad. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini