IFC Kembali Digelar di Bali, 18 Pemain Bola Terpilih Bakal Terima Beasiswa ke Spanyol

0
192
IFC
Yayasan Go Bola Bali bekerja sama dengan Levante U.D. Spanyol saat memberikan keterangan pers kegiatan IFC, Senin (20/10). (BC9)

balibercerita.com –
International Football Championship (IFC) kembali berlangsung di Bali pada 21-23 Oktober 2025. Turnamen ini digelar dengan kategori usia yakni U12, U14, dan U16 di empat lapangan berbeda. IFC 2025 diselenggarakan oleh Yayasan Go Bola Bali bekerja sama dengan Levante U.D. Spanyol, melalui dukungan International Training Levante U.D. dan platform MyTISI Bali.

Selain turnamen, para pemain berbakat akan diberikan beasiswa untuk mengikuti pelatihan sepakbola di Spanyol. Hal ini terungkap dalam jumpa pers peluncuran kegiatan, Senin (20/10). Jumpa pers dihadiri langsung Direktur International Training Levante U.D. Spanyol, Daniel Pastore, Ketua Umum Yayasan Go Bola Bali, I Gusti Agung Made Wardika, dan Founder MyTISI Bali, I Gusti Agung Putu Nuaba.

Agung Putu Nuaba mengatakan, IFC tahun ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. “Kami sangat serius dalam membangun jalur pembinaan sepak bola usia dini. Karena itu, kami menggandeng klub besar Eropa seperti Levante yang memiliki program pengembangan pemain muda berskala internasional,” ujar Nuaba.

Baca Juga:   Bali Nusra Great Sale 2025 Digelar, Tawarkan Diskon Hingga 70 Persen di 18 Mal

Tahun ini Levante tidak membawa tim akademi profesional dari Spanyol. Namun memberikan kejutan dengan membentuk tim Levante IFC Indonesia hasil seleksi terbuka di berbagai daerah, seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Dari seleksi tersebut, terpilih 18 pemain terbaik untuk memperkuat tim Levante IFC di kategori usia 12 dan 16 tahun.

Secara keseluruhan, lebih dari 420 pemain muda akan ambil bagian dalam turnamen ini, yang terbagi atas 8 tim U-12, 8 tim U-14, dan 6 tim U-16. Negara peserta yang sudah mengonfirmasi keikutsertaan antara lain Cina, Filipina, Malaysia, dan Jepang, di samping tuan rumah Indonesia. “Selama turnamen berlangsung, pelatih Levante akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk mendapatkan beasiswa pelatihan di Spanyol,” tambah Nuaba.

Baca Juga:   Wilio Ajak Monez dan Dua Anak Bertalenta Berkolaborasi di Gerai Wilio Living World Denpasar

Selain pengembangan sepak bola, IFC 2025 juga mengusung misi sport tourism sebagai promosi pariwisata Bali ke dunia. Menurut Nuaba, sekitar 90 persen peserta tahun ini baru pertama kali datang ke Bali. Untuk itu ajang ini membuka pasar wisata baru dari kalangan komunitas sepak bola internasional.

“Menariknya, walaupun peserta langsung dari Eropa belum hadir, tayangan live streaming IFC di YouTube justru banyak ditonton dari Amerika dan Eropa, mencapai 20–30 persen penonton,” ungkapnya.

Turnamen akan digelar di empat lokasi berbeda. untuk U-16 di GOR Ngurah Rai, U-14 di Lapangan Trisakti dan Samudera, dan U-12 di Lapangan I Ketut Lotri, Gunung Payung. Sementara malam puncak dan penutupan (inaugurasi) akan berlangsung di Desa Wisata Carangsari, Petang, dengan menampilkan kolaborasi seni dan budaya khas Bali.

Baca Juga:   Ade Rai dan Hans Jadi Brand Ambassador Ayam Guling Enakko

Tokoh masyarakat Desa Carangsari sekaligus Ketua Badan Promosi Desa Wisata Carangsari, Ida Bagus Namarupa mengatakan, pihaknya menyiapkan program “Sehari Belajar Tentang Bali” bagi seluruh peserta IFC. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak akan diperkenalkan pada agroindustri cokelat, wisata alam Bongkasa, dan kegiatan edukasi seni budaya.

“Anak-anak akan kami latih menari kecak dan menabuh baleganjur. Kami ingin mereka tak hanya bermain bola, tapi juga memahami semangat teamwork dan keseimbangan jiwa seperti filosofi tarian Bali,” jelasnya.

Puncak kegiatan akan ditutup dengan penampilan kolosal bertema perjuangan I Gusti Ngurah Rai, melibatkan ratusan peserta IFC dan seniman lokal. Pemilihan lokasi kegiatan di Badung Utara juga menjadi langkah strategis untuk pemerataan aktivitas pariwisata.

“Selama ini pariwisata Bali terpusat di selatan. Melalui event seperti IFC, kami ingin menumbuhkan aktivitas wisata di wilayah utara seperti Carangsari, Bongkasa, dan Munggu,” paparnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini