Mangupura, balibercerita.com –
Bagi Anda yang hobi dengan fotografi dan suka berfoto, Anda patut berkunjung ke objek wisata Pantai Tanah Barak, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan. Objek wisata ini relatif baru di Kabupaten Badung karena baru resmi dibuka pada Desember 2022. Nama Tanah Barak konon diambil dari kondisi tebing di kawasan tersebut yang relatif berwarna putih agak kemerahan.
Pantai Tanah Barak merupakan bagian dari pengembangan Pantai Pandawa yang berada di sebelah sisi kanan. Daya tarik dari objek wisata ini ada pada pemandangan pantai yang masih natural dikelilingi tumbuhan hijau dan laut yang bersih sebening kristal.
Pemandangan semakin eksotis, karena pantai berada di sebelah tebing kapur ini berpasir putih dan banyak terdapat karang layaknya pantai di kawasan Pecatu. Anda juga dapat menyaksikan keindahan sunset di balik tebing kapur yang masih alami.
Pantai tersebut cukup tersembunyi, karena berada di balik tebing. Bagi Anda yang ingin ke sana, anda harus melewati jalan aspal yang diapit oleh 2 buah tebing kapur yang cukup tinggi. Akses badan jalan tersebut belakangan semakin viral karena memiliki panorama yang unik.

Mengingat objek wisata ini merupakan bagian dari Pantai Pandawa, maka pengunjung harus melewati gate Pantai Pandawa terlebih dahulu sebelum memasuki akses jalan Tanah Barak. Harga tiket masuk ke Pantai Tanah Barak sebesar Rp8 ribu per orang untuk dewasa domestik, Rp4 ribu untuk anak-anak domestik, dan Rp15 ribu untuk wisatawan mancanegara.
Disarankan bagi pengunjung untuk membawa kendaraan roda dua, karena di tempat itu tidak ada lahan parkir untuk kendaraan roda empat. Namun, bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat, dapat parkir di kawasan Pantai Pandawa dan menyewa kendaraan yang disediakan untuk diantar ke sana.
Menurut Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan DTW Pantai Pandawa, Wayan Duarta, Tanah Barak merupakan objek wisata baru di Desa Kutuh, yang merupakan pengembangan kawasan wisata Pantai Pandawa pada sisi kanan. Objek wisata ini akan dikembangkan sebagai zona wisata yang eksotis, lengkap dengan fasilitas pendukung yang diperlukan. Di sana juga akan dibangun sejumlah glamping, yang diharapkan dapat dilakukan di tahun ini.
Jalan yang diapit tebing sengaja dikonsep bukan sebagai akses lalu lalang kendaraan bermotor. Jalan itu diperuntukan khusus untuk objek alternatif kegiatan fotografi. Dengan demikian, para pengunjung dapat lebih merasa aman dan nyaman, tanpa perlu khawatir banyaknya kendaraan yang lewat. Begitu pula bagi para pengendara, mereka tidak perlu berhenti karena adanya aktivitas fotografi. (BC5)














