Dorong Perumahan Pro Rakyat, Seniman Bali Disiapkan Rusun di Denpasar

0
10
Rusun seniman Bali
Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Art Center Denpasar, Senin (16/3). (ist)

balibercerita.com –
Program percepatan rumah pro rakyat di Bali, mulai digencarkan. Salah satunya dengan disiapkannya pembangunan rumah susun (rusun) khusus bagi seniman Bali di Denpasar. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat sosialisasi Kredit Program Perumahan di Art Center Denpasar, Senin (16/3).

Maruarar mengatakan, rusun tersebut akan menjadi yang pertama didedikasikan khusus bagi seniman Bali. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara bagi para pelaku seni yang selama ini ikut menjaga keajegan budaya dan daya tarik pariwisata di Bali.

“Titik pertama kami bersama Pak Gubernur menentukan satu rusun yang akan dibangun di Denpasar untuk didedikasikan bagi seniman Bali. Selama ini belum pernah ada rumah susun khusus untuk seniman yang berjasa memajukan pariwisata dan negara,” ujar Maruarar.

Baca Juga:   Jimbaran Bersatu Bagikan 425 Nasi Bungkus di Bypass Ngurah Rai untuk Buka Puasa

Pembangunan perumahan rakyat kini menjadi prioritas pemerintah seiring lonjakan anggaran Kementerian PKP pada 2026. Ia menyebut anggaran kementeriannya meningkat dua kali lipat dari Rp5 triliun menjadi Rp10 triliun, dengan lebih dari 80 persen dialokasikan untuk bedah rumah dan pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran agar manfaat program bisa langsung dirasakan masyarakat, termasuk target penghematan hingga Rp400 miliar yang akan dialihkan kembali untuk program perumahan.

Baca Juga:   Tabanan Tegaskan Dukungan Digitalisasi Bansos di Rakor Pemprov Bali

Selain menyiapkan rumah baru, pemerintah juga menargetkan lonjakan besar pada program renovasi rumah tidak layak huni. Jika tahun lalu sekitar 45.000 rumah direnovasi, tahun ini target nasional dinaikkan menjadi 400.000 rumah. “Seluruh kabupaten/kota, termasuk di Bali, akan mendapat porsi program tersebut agar tidak ada daerah tertinggal dalam agenda perumahan rakyat,” ungkapnya.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut, transaksi kredit program perumahan di Bali tercatat mencapai sekitar Rp50 miliar. Pemerintah menargetkan skema pembiayaan ini dapat mempercepat pembangunan rumah, memperluas kepemilikan hunian, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

Baca Juga:   BRI Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Sarimekar Jelang Nyepi, Wujud Kepedulian pada Kesejahteraan Masyarakat

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan menegaskan dukungan perbankan terhadap program pembangunan 3 juta rumah yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025–2029. Bank Mandiri pada 2026 menyiapkan plafon kredit program perumahan sebesar Rp1,5 triliun, naik tajam dibanding 2025 yang sebesar Rp350 miliar.

Khusus untuk Bali, plafon pembiayaan disiapkan Rp145 miliar, terdiri dari Rp25 miliar untuk pengembang dan Rp120 miliar untuk pembiayaan masyarakat. Hingga pertengahan Maret, realisasi pembiayaan di Bali tercatat Rp40,5 miliar dan diproyeksikan terus bertambah hingga akhir bulan. (BC18)