Beranda Umum Dermaga Water Taxi Dipastikan Tak Gusur Pura Dalem Perancak, Dua Pura Nelayan...

Dermaga Water Taxi Dipastikan Tak Gusur Pura Dalem Perancak, Dua Pura Nelayan Berpotensi Terdampak

0
Water taxi
Pura Segara di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Utara yang kemungkinan terdampak pembangunan dermaga water taxi. (ist)

balibercerita.com –
Rencana pembangunan dermaga water taxi di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, tidak akan mengganggu keberadaan Pura Dalem Perancak. Pura tersebut dipastikan tetap berada di lokasi karena posisinya cukup jauh dari titik yang dirancang sebagai lokasi pembangunan dermaga.

Namun, terdapat dua pura yang berada lebih dekat dengan kawasan pembangunan dan berpotensi terdampak. Kedua pura tersebut yakni Pura Segara dan Palinggih Tugu Barak yang selama ini berkaitan dengan aktivitas kelompok nelayan di Pantai Perancak.

Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya mengatakan, informasi mengenai Pura Dalem Perancak yang disebut akan digusur atau dipindahkan sempat beredar di media sosial. Ia menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan rencana pembangunan yang tengah disiapkan.

“Nah sesungguhnya Pura Dalem Perancak itu masih sangat jauh radiusnya dengan rencana pembangunan pelabuhan ini, jadi bukan itu. Tapi memang ada Pura Segara Perancak, itu pura tempat para nelayan sesungguhnya yang saat ini satu palinggih nah yang ada di pantai di dekatnya tempat jukung itu,” ujarnya, Jumat (2/10).

Baca Juga:   Satu Usaha Paralayang di Kutuh Ditutup Sementara, Satpol PP Badung Minta Percepat NPWPD

Sementara itu, keberadaan Pura Segara dan Pelinggih Tugu Barak menjadi salah satu hal yang masih perlu dibahas dalam proses penyusunan rencana pembangunan. Kamajaya mengatakan, berdasarkan rancangan detail engineering design (DED), Palinggih Tugu Barak juga berada pada area yang kemungkinan terkena dampak pembangunan.

Dalam rancangan tersebut, Palinggih Tugu Barak bahkan telah dipertimbangkan untuk dipindahkan. Meski demikian, keputusan terkait pemindahan belum final karena masih menunggu sejumlah kajian yang harus diselesaikan.

“Jadi pada prinsipnya ini kan langkah awal, cuman sudah punya semangat yang sama bagaimana fasilitas yang akan dibangun yang akan mencari solusi dari permasalahan pariwisata ini. Semangatnya, semua peserta tadi itu kan mendukung,” paparnya.

Baca Juga:   Imigrasi Ngurah Rai Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing di Wilayah Kuta

Kamajaya berharap seluruh kajian dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum pembangunan masuk ke tahap pelaksanaan. Ia juga menilai keterlibatan para nelayan sebagai pangempon pura diperlukan untuk membahas lebih lanjut apabila nantinya terdapat rencana pemindahan.

“Itu kan hanya pura swagina. Jadi para nelayan yang punya itu. Mudah-mudahan setelah ini kan diadakan lagi pendalaman. Harapan kami Pak ketua nelayan juga hadir untuk bisa menyampaikan atau minta pendapat atau solusi dari pangempon yang lain,” jelasnya.

Di sisi lain, rencana pembangunan dermaga tersebut juga telah diketahui oleh nelayan yang beraktivitas di kawasan Pantai Perancak. Salah satunya Wayan Sena yang mengaku mengetahui adanya kemungkinan Pura Segara dipindahkan akibat pembangunan.

Baca Juga:   Sekda Badung Minta OPD Jabarkan Esensi Reformasi Birokrasi

Meski demikian, ia menyebut belum memperoleh informasi mengenai lokasi baru yang akan digunakan apabila pemindahan benar-benar dilakukan. Sikap para nelayan terkait rencana tersebut juga menurutnya belum ditentukan. “Di mana akan mendapatkan tempat, saya belum tahu. Dari nelayan juga belum menyatakan setuju atau tidak,” ucap Sena.

Sena pada dasarnya tidak menolak rencana pembangunan dermaga yang digagas pemerintah. Namun, ia berharap pembangunan tersebut tetap memperhatikan keberlangsungan aktivitas nelayan, khususnya akses untuk melaut dan tempat menyimpan jukung.

“Ini proyek pemerintah, mau gimana lagi kalau pasti ada dermaga. Kalau memang ada dermaga, saya berharap tetap dapat melaut dan menempatkan jukung,” ujarnya. (BC9)