Denpasar, balibercerita.com –
Menjelang masa libur sekolah dan liburan musim panas, Bali mulai bersiap menyambut lonjakan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Periode ini dikenal sebagai musim puncak (peak season) yang biasanya ditandai dengan peningkatan signifikan jumlah penumpang dan tingkat hunian akomodasi wisata.
Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengaku telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan tersebut. “Bali sebentar lagi akan menemui peak season, yakni libur sekolah untuk wisatawan domestik dan libur musim panas yang akan dipadati wisatawan mancanegara,” ujar Pelaksana Tugas (Pgs) General Manager Bandara Ngurah Rai, Wahyudi.
Wahyudi menambahkan, tahun lalu Bandara Ngurah Rai melayani rata-rata 69.000 hingga 73.000 penumpang per hari pada periode yang sama. Untuk tahun ini, pihak bandara tengah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan operasional dan pelayanan tetap terjaga.
Ia juga mengimbau calon penumpang agar datang lebih awal ke bandara, minimal 2–3 jam sebelum waktu keberangkatan. “Kami mengajak penumpang untuk memanfaatkan fasilitas check-in online, memastikan barang bawaan sesuai ketentuan, dan menyiapkan dokumen perjalanan agar proses di bandara lebih lancar dan nyaman,” tambahnya.
Ketua PHRI Badung, I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya mengatakan bahwa libur sekolah diperkirakan akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik sebesar 10–15 persen. “Walaupun tidak signifikan, peningkatan ini tetap memberikan kontribusi positif terhadap tingkat okupansi dan pendapatan sektor akomodasi wisata,” ujarnya.
Hal senada disampaikan General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika. Ia menyebut, libur sekolah yang bertepatan dengan musim high season kawasan ITDC akan mendorong lonjakan kunjungan ke kawasan Nusa Dua. “Kami juga mengaktifkan program school holiday campaign sebagai bagian dari promosi. Kami harapkan okupansi pada Juni–Juli bisa mencapai di atas 80 persen,” jelasnya.
Menurut data sementara, tingkat hunian kawasan Nusa Dua dari Januari hingga Mei mencapai rata-rata 71 persen, dengan capaian 74 persen khusus di bulan Mei. Secara keseluruhan, komposisi kunjungan wisatawan ke Nusa Dua didominasi oleh wisatawan asing sebesar 60 persen, sisanya wisatawan domestik. Tiga negara penyumbang terbesar kunjungan adalah Australia, Indonesia, dan Rusia.
Namun, Dwiatmika juga mengungkapkan bahwa kunjungan ke destinasi wisata Waterblow belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19. Saat ini, jumlah pengunjung ke lokasi tersebut berkisar antara 100 hingga 200 orang per hari. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkembangnya destinasi wisata baru di sekitar Nusa Dua yang mulai banyak digemari masyarakat.
Dengan persiapan dari berbagai pihak, Bali optimistis dapat memberikan pengalaman terbaik bagi para wisatawan selama masa liburan sekolah dan musim panas ini. (BC5)













