Beranda Umum Atasi Banjir di Jalan Kunti II Seminyak, Badung Tinggikan Jalan dan Bangun...

Atasi Banjir di Jalan Kunti II Seminyak, Badung Tinggikan Jalan dan Bangun Gorong-gorong

0
Jalan Kunti II Seminyak
Denah pengalihan arus lalin di Jalan Kunti II, Seminyak. (ist)

balibercerita.com – 

Jalan Kunti II, Seminyak, yang selama ini kerap dilanda banjir saat hujan lebat mulai mendapat penanganan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung melakukan proyek peninggian badan jalan sekaligus pembangunan gorong-gorong sebagai upaya mengurangi potensi genangan di kawasan tersebut.

 

Pengerjaan proyek dilakukan pada malam hingga dini hari untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas pada siang hari. Sebagai konsekuensinya, akses Jalan Kunti II ditutup total setiap hari mulai pukul 22.00 Wita hingga 06.00 Wita selama masa pengerjaan, terhitung 1 Oktober hingga 1 November 2026.

 

Lurah Seminyak, I Putu Gede Adhi Karmita Putra mengatakan, penanganan Jalan Kunti II dilakukan karena kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang kerap mengalami banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi. Peninggian jalan diharapkan dapat memperbaiki kondisi akses sekaligus mengurangi dampak genangan. 

Baca Juga:   Jadi Titik Terendah, Jalan Wana Segara Kuta Dilanda Banjir Berkepanjangan

 

“Ini terkait proyek peninggian jalan di Kunti II yang sering banjir. Dari PUPR Badung ada proyek peninggian jalan. Sesuai informasi dari kontraktor, kami diminta membantu penutupan jalan mulai pukul 22.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita,” ujarnya.

 

Menurut Adhi Karmita, pekerjaan sengaja dilaksanakan pada malam hari agar tidak terlalu mengganggu aktivitas lalu lintas yang cukup padat pada siang hari. Selama proyek berlangsung, pengguna jalan yang tidak berkepentingan diarahkan menggunakan jalur alternatif.

 

Sejumlah rekayasa lalu lintas juga diberlakukan. Akses dari Jalan Tangkuban Perahu menuju Jalan Bidadari hanya dibuka untuk sepeda motor. Sedangkan akses dari Jalan Tangkuban Perahu menuju Jalan Gunung Athena diperuntukkan ke warga atau penghuni setempat.

 

Sementara itu, Jalan Kunti II mulai dari Simpang Empat Yudistira hingga perbatasan Gunung Athena ditutup total bagi pengguna jalan umum. Kendaraan yang tidak berkepentingan diarahkan untuk putar balik dan mencari jalur alternatif.

Baca Juga:   LNG Mulai Diminati Industri Hotel di Bali

 

Untuk memastikan penutupan berjalan tertib, Kelurahan Seminyak menyiagakan tiga hingga lima personel Linmas setiap malam di sekitar Simpang Yudistira dan Jalan Kunti II. Pengamanan juga melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Pengamanan jalur alternatif di Jalan Bidadari menuju Taman Mertanadi yang berbatasan dengan wilayah Denpasar juga dikoordinasikan dengan Kelurahan Padangsambian Kelod.

 

Adhi Karmita mengatakan, sosialisasi mengenai pengerjaan dan penutupan akses telah dilakukan kepada kelian banjar, kepala lingkungan, serta Kelurahan Padangsambian Kelod. Informasi juga disebarluaskan melalui media sosial kelurahan dan akun media sosial masing-masing kelian banjar.

 

Adhi Karmita mengakui pengerjaan proyek berpotensi memengaruhi mobilitas warga maupun pelaku usaha di sekitar Jalan Kunti II. Kawasan tersebut diketahui terdapat sejumlah vila dan toko yang tetap beraktivitas pada malam hari.

Baca Juga:   Kepala BNPB Cek Kesiapan Bali Sebagai Tempat Karantina PPLN

 

Kendaraan yang berkepentingan menuju akomodasi maupun tempat usaha masih dapat berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk mengetahui akses yang memungkinkan dilalui. Namun, akses tersebut tetap menyesuaikan kondisi pengerjaan dan aktivitas alat berat. 

 

“Kami mohon permakluman masyarakat dan pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif. Ini untuk kepentingan umum, karena Jalan Kunti II memang sering banjir ketika hujan lebat. Mudah-mudahan dengan peninggian jalan ini, intensitas banjir bisa berkurang dan jalan dapat digunakan dengan lebih baik oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Ia mengimbau masyarakat memperhatikan jadwal pengerjaan dan mengikuti arahan petugas selama proyek berlangsung. Penutupan akses bersifat sementara dan dijadwalkan berakhir pada 1 November 2026. (BC5)