balibercerita.com –
Penerapan sistem All Indonesia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi langkah strategis dalam menjawab lonjakan pergerakan penumpang internasional yang terus meningkat setiap tahunnya. Sistem layanan digital terintegrasi yang diinisiasi oleh Pemerintah Republik Indonesia ini diharapkan mampu mempercepat proses pemeriksaan penumpang dan meningkatkan kenyamanan saat tiba di Indonesia.
Sebagai pintu gerbang utama pariwisata nasional, Bandara I Gusti Ngurah Rai berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan penumpang (passenger journey) yang lebih seamless, cepat, dan efisien. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti komputer, printer, barcode scanner, penguatan jaringan Wi-Fi untuk pengisian aplikasi, serta sosialisasi langsung kepada pengguna jasa.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa penerapan sistem All Indonesia di Bandara Ngurah Rai merupakan hasil sinergi lintas instansi. “Implementasi All Indonesia berjalan berkat kerja sama antara Imigrasi, Bea Cukai, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Kantor Karantina, maskapai, serta Angkasa Pura Indonesia sebagai enabler. Kami memastikan seluruh proses berjalan lancar demi kenyamanan penumpang,” ujarnya, Kamis (9/10).
Sistem All Indonesia sendiri merupakan platform digital yang mengintegrasikan layanan deklarasi keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu aplikasi. Penumpang dapat melakukan pengisian data maksimal tiga hari sebelum keberangkatan melalui situs allindonesia.imigrasi.go.id atau aplikasi mobile, sehingga proses pemeriksaan saat kedatangan menjadi lebih cepat dan aman.
Data menunjukkan peningkatan signifikan pergerakan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pada tahun 2024, jumlah penumpang internasional mencapai 14 juta dari total 23,9 juta penumpang. Dari total pergerakan penumpang internasional di 37 bandara yang dikelola Angkasa Pura Indonesia, sebanyak 37 persen berasal dari Bandara Ngurah Rai, tertinggi kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2025, tercatat 11,5 juta penumpang internasional, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Tren kenaikan penumpang internasional ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Melalui sistem All Indonesia, kami ingin memastikan pelayanan yang lebih modern, efektif, dan nyaman bagi wisatawan,” imbuhnya.
Penerapan sistem All Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat efisiensi layanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat citra Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai bandara berkelas dunia dan gerbang utama pariwisata Indonesia. (BC5)

















