Denpasar, balibercerita.com –
Sebagai jalan tol kedua yang dibangun di atas perairan di Indonesia, Jalan Tol Bali Mandara memiliki keindahan dan keunikan dibandingkan jalan tol lainnya. Ronauli Andrea Salsa Tarissa Harahap, mahasiswa asal Malang, Jawa Timur, mengaku sangat senang dapat merasakan melintas di Jalan Tol Bali Mandara.
Pada saat air laut pasang, kondisi jalan tol sangat cantik dengan hamparan air laut yang membiru. Saat senja, ia dapat melihat indahnya panorama langit yang bermahkotakan cahaya sunset yang eksotis. Selain itu, ia juga dapat melihat proses landing pesawat, karena jarak tol dengan appron Bandara Ngurah Rai relatif cukup dekat.

Begitu juga pemandangan kapal-kapal berjejer di kawasan pelabuhan Benoa yang juga dekat dengan jalan tol. “Pemandangannya indah, senang melintas di Jalan Tol Bali Mandara. Bali memang selalu indah, pengen tinggal di Bali jadinya,” ucap mahasiswa Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya ini.
Berkaca dari keindahan tersebut, tidak heran jika Jalan Tol Bali Mandara kini seolah menjadi objek wisata. Para pengendara maupun wisatawan sering merasa tidak lengkap ke Bali, jika tidak melewati jalan tersebut. Terlebih jalan Tol Bali Mandara cukup efektif mengurai kemacetan yang sering terjadi di jalur menuju Nusa Dua-Denpasar-Bandara Ngurah Rai.

Jelang KTT G20 yang dilaksanakan November 2022, Jalan Tol Bali Mandara kembali ditata. Selain dengan pengecatan dan pengaspalan, juga dilakukan penghijauan dengan pembuatan taman dan menempatkan sejumlah tanaman di area pembataa jalan. Termasuk mempermak tol gate beserta atap, yang kini membuat semakin memperkuat ornamen Bali. Serta pemasangan kanopi solar cell pada beberapa titik pinggir jalan, maupun pemasangan ornamen aksen Bali pada Lampu Penerangan Jalan (LPJ).
Untuk diketahui, Jalan Tol Bali Mandara menghubungkan 3 wilayah, yaitu Kota Denpasar melalui jalur Pelabuhan Benoa, Kabupaten Badung melalui jalur bundaran Ngurah Rai, dan Nusa Dua. Memiliki panjang 12,7 kilometer, jalan tol satu-satunya di Bali itu dikelola oleh PT Jasamarga Bali Tol.
Jalan Tol Bali Mandara diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 September 2013, serangkaian dengan KTT Apec yang dilaksanakan di Bali. Jalan itu dibuat oleh konsorsium BUMN dan BUMD Bali, dengan menelan biaya Rp2,4 triliun yang dibiayai oleh sindikasi bank BUMN dan Jasa Marga atau sama sekali tidak melibatkan APBN. Material dan teknologi jalan ini seluruhnya merupakan karya anak bangsa.
Karena berdiri di atas perairan yang rentan dengan kencangnya terpaan angin laut, maka jalan itu dipasang alat pengukur kecepatan angin di setiap gerbang tol (Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa). Jika kecepatan angin mencapai 40 km atau lebih, operasional jalan tol akan ditutup sementara untuk menghindari resiko kecelakaan. Jalan ini juga dilengkapi CCTV 24 jam siap memantau pergerakan kendaraan jika sewaktu-waktu ada kendaraan yang mogok. Jasa Marga juga menyediakan derek gratis. (BC5)














