Beranda Umum Hujan Mulai Intens Guyur Bali, BMKG Sebut Puncak Musim Hujan Januari–Februari 2027

Hujan Mulai Intens Guyur Bali, BMKG Sebut Puncak Musim Hujan Januari–Februari 2027

0
Hujan di Bali
Suasana setelah hujan di wilayah Karangasem. (BC5)

balibercerita.com –
Hujan mulai menunjukkan peningkatan intensitas di sejumlah wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, kondisi tersebut belum menandakan Bali sepenuhnya memasuki musim hujan. Saat ini, Pulau Dewata masih berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Wulan Wandarana menjelaskan, secara umum cuaca Bali saat ini cenderung berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga tiga hari ke depan.

“Saat ini wilayah Bali berada pada musim peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Sejauh ini masih tergolong normal jika dilihat dari konsistensi hari hujannya,” jelasnya, Senin (2/11).

Baca Juga:   JBT Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Lebaran 2024

Berdasarkan prakiraan, awal musim hujan di Bali diperkirakan mulai terjadi pada dasarian III November atau sekitar akhir November 2026. Wilayah Bali bagian tengah diprakirakan menjadi daerah yang lebih dahulu memasuki musim hujan, kemudian diikuti wilayah lainnya. Namun, waktu awal musim hujan dapat berbeda-beda di setiap daerah.

Saat ini, hujan dengan intensitas cukup tinggi lebih banyak terjadi di wilayah Bali bagian tengah dan timur. Sementara itu, wilayah selatan yang sebelumnya cenderung cerah berawan mulai mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Adapun sejumlah wilayah lainnya masih didominasi hujan ringan hingga sedang.

Wulan menjelaskan, peningkatan potensi hujan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer. Salah satunya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial berada di sekitar Bali dan meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan. Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi mulai lapisan bawah hingga ketinggian 700 hPa, serta adanya belokan dan konvergensi angin di sekitar Bali, turut mendukung pertumbuhan awan hujan.

Baca Juga:   Bupati Badung Tegaskan Komitmen Majukan Desa Kutuh

Peningkatan aktivitas hujan juga mulai disertai petir dan guntur di beberapa wilayah. Fenomena tersebut berkaitan dengan pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Lebih lanjut, puncak musim hujan di Bali diprakirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2027. Namun, periode musim hujan tahun ini diperkirakan relatif lebih pendek karena pengaruh El Nino yang menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Baca Juga:   Gung Mitha Nahkodai Organisasi Marhaen Bali

Selain potensi hujan, masyarakat dan wisatawan juga diminta memperhatikan kondisi gelombang laut. Saat ini, tinggi gelombang di perairan Bali berada dalam kategori sedang hingga tinggi. Perairan utara Bali berpotensi mengalami gelombang setinggi 1–2,5 meter, sedangkan perairan selatan Bali mencapai 2,5–4 meter.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi wisatawan yang melakukan aktivitas wisata bahari serta masyarakat yang beraktivitas di laut. “Kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca selama masa peralihan. Masyarakat kami harap rutin memantau informasi dan pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan dan kawasan pesisir,” imbuhnya. (BC5).