balibercerita.com –
Gelaran MotoGP Mandalika turut memberikan dampak terhadap tingkat hunian hotel di kawasan The Nusa Dua, Bali. Meski tidak sebesar Lombok yang biasanya mengalami lonjakan okupansi hingga 100 persen saat perhelatan berlangsung, ajang balap motor dunia tersebut secara konsisten membawa tambahan tamu yang memilih menginap di Bali sekaligus menonton balapan di Mandalika.
General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika mengatakan, dampak MotoGP terhadap okupansi di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 2–4 persen. Sejumlah wisatawan memilih menjadikan Bali sebagai tempat menginap, kemudian melakukan perjalanan ke Mandalika untuk menyaksikan balapan dan kembali ke Bali pada sore atau malam hari.
“Dari tahun ke tahun, kita selalu mendapatkan dampak dari MotoGP. Banyak tamu yang menginap di Nusa Dua kemudian menonton ke Mandalika. Ada yang pagi berangkat, lalu menjelang sore atau malam kembali ke Bali,” ujarnya.
Menurut Agus, dampak tersebut memang tidak sebesar yang dirasakan Lombok. Menjelang dan selama MotoGP, tingkat hunian akomodasi di Lombok biasanya mencapai 100 persen. Bahkan, rumah-rumah dan homestay turut disewa wisatawan yang ingin menyaksikan langsung ajang tersebut.
Sementara itu, tingkat hunian di The Nusa Dua relatif stabil. Pada Agustus 2026, okupansi kawasan tersebut tercatat sekitar 86 persen. Memasuki Oktober, tingkat hunian diperkirakan sedikit menurun sebelum kembali meningkat menjelang November.
Meski demikian, Agus menyebut periode pelaksanaan MotoGP, yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026, tetap menjadi salah satu momentum dengan tingkat hunian cukup tinggi di kawasan The Nusa Dua. Untuk memperkuat dampak ajang internasional tersebut terhadap sektor akomodasi di Bali, pengelola The Nusa Dua juga telah menjalin kemitraan dengan agen perjalanan melalui penawaran paket wisata terintegrasi.
Agus menjelaskan, paket tersebut menggabungkan tiket pesawat, akomodasi hotel pilihan wisatawan, dan tiket MotoGP. Skema ini memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk menentukan hotel tempat mereka menginap tanpa harus terikat pada satu hotel tertentu. “Dengan travel agent, kita sudah melakukan bundling. Wisatawan bisa memilih hotel, kemudian tiket pesawat dan tiket MotoGP juga sudah termasuk dalam paket. Jadi, kita tidak melakukan bundling per hotel, tetapi melalui travel agent,” jelasnya.
Menurutnya, pembelian paket terintegrasi tersebut dapat memberikan harga yang lebih ekonomis dibandingkan jika wisatawan memesan tiket pesawat, hotel, dan tiket MotoGP secara terpisah. Skema ini sekaligus membuka peluang bagi kawasan The Nusa Dua untuk menangkap potensi kunjungan wisatawan selama MotoGP Mandalika. Dengan demikian, dampak ajang balap tersebut tidak hanya dirasakan sektor pariwisata di Lombok, tetapi juga akomodasi dan industri pariwisata di Bali. (BC5)













