balibercerita.com –
Kawasan The Nusa Dua bersiap memperpanjang denyut aktivitasnya hingga tengah malam. Jam operasional yang sebelumnya berakhir sekitar pukul 22.00 Wita direncanakan diperpanjang menjadi pukul 24.00 Wita.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengelola menghidupkan ekosistem kawasan, seiring berkembangnya aktivitas bisnis yang tidak hanya bertumpu pada hotel, tetapi juga restoran, kafe dan berbagai tenant lainnya. Tambahan waktu operasional selama 2 jam diharapkan membuka ruang lebih besar bagi tenant untuk mendapatkan traffic sekaligus meningkatkan potensi pendapatan.
“Kita akan buka sampai jam 12. Kita akan lakukan sosialisasi sehingga semua bisa lebih hidup secara bisnisnya,” ungkap Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka.
Rencana tersebut telah disampaikan kepada salah satu investor. Respons positif pun langsung disampaikan karena penambahan jam operasional dinilai dapat memberikan kesempatan lebih panjang bagi tenant untuk melayani konsumen. “Artinya apa, bisa kasih traffic buat para tenant, buat investor,” ujarnya.
Pihaknya selanjutnya akan melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha di kawasan Nusa Dua sebelum penerapan jam operasional yang lebih panjang tersebut. Perpanjangan waktu aktivitas ini berjalan beriringan dengan program rejuvenasi Nusa Dua yang saat ini telah mencapai sekitar 58,8 persen.
Pembenahan kawasan dilakukan secara bertahap, tidak hanya menyangkut infrastruktur jalan, tetapi juga fasilitas publik dan berbagai elemen pendukung kawasan. Pengaspalan jalan yang saat ini telah dilakukan, misalnya, baru memasuki lapisan pertama. Tahun depan akan dilakukan pelapisan kembali hingga maksimal dua lapisan.
“Sekarang kalau kita bicara pengaspalan, ini baru satu lapis kita lakukan. Tahun depan akan kita lapis lagi, maksimal akan punya dua lapis. Intinya semua bertahap, termasuk signage dan segala macamnya,” katanya.
Selain jalan, pembenahan juga menyasar signage, lampu hingga fasilitas restroom, termasuk yang berada di kawasan pantai. Penataan fasilitas tersebut disebut telah menunjukkan perubahan dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Rest room tadi saya habis cek juga di pantai. Beda sekali sama yang dulu. Sekarang lebih rapi, lebih bagus, tertata sekali,” ungkapnya.
Masih terdapat sejumlah pekerjaan yang akan dilanjutkan, termasuk pemasangan groin untuk membantu melindungi kawasan pantai dari abrasi. Karena itu, keseluruhan program rejuvenasi tidak ditargetkan selesai dalam waktu singkat.
Proses pembenahan diperkirakan berlangsung sekitar tiga hingga empat tahun dengan berbagai tahapan pekerjaan. “Perubahan ini butuh waktu, tidak bisa buru-buru. Kalau ini semua selesai, ekosistemnya akan kelihatan. Begitu selesai semua itu akan menjadi jauh lebih bagus daripada sekarang,” katanya.
Menurutnya, rejuvenasi bukan sekadar memperbarui infrastruktur, melainkan bagian dari upaya menghadirkan wajah baru Nusa Dua. Pembenahan fisik kawasan dan penguatan aktivitas ekonomi diharapkan berjalan beriringan.
“Rejuvenasi itu adalah bagian dari perwajahan baru daripada Nusa Dua. Akan jauh lebih bagus, lebih rapi, lebih cantik pastinya,” tandasnya. (BC5)














