Beranda Lifestyle Water Blow Jadi Runway, Ombak Pantai Iringi Langkah Model BIFW 2026

Water Blow Jadi Runway, Ombak Pantai Iringi Langkah Model BIFW 2026

0
BIFW 2026
Anggunnya penampilan para model di Water Blow, Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com – 

Deburan ombak yang menghantam karang Water Blow, Peninsula Island, The Nusa Dua pada Rabu (23/9) sore, menjadi bagian dari pertunjukan fashion yang berbeda. Untuk pertama kalinya, spot ikonik tersebut digunakan sebagai venue fashion show dalam rangkaian Bali International Fashion Week (BIFW) 2026.

 

Para model berjalan di kawasan Water Blow dengan latar bentang laut dan karang yang sesekali dihantam ombak. Karya fashion yang diperagakan berpadu dengan suasana alam, menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton yang menyaksikan peragaan busana sembari menikmati pemandangan laut dan suara deburan ombak.

 

Penggunaan Water Blow sebagai lokasi fashion show menjadi hal baru. Selama ini kawasan tersebut memang kerap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan khusus dan special occasion, namun baru kali ini bentang alamnya dijadikan panggung peragaan busana.

 

Pertunjukan di Water Blow sekaligus menjadi pembuka rangkaian BIFW 2026 yang tahun ini memasuki edisi kedua. Setelah sebelumnya digelar pada 2022, penyelenggaraan tahun ini hadir dengan skala partisipasi yang lebih luas.

Baca Juga:   Bali Menuju Pusat Industri Kuliner Modern Asia

 

Direktur Kreatif BIFW 2026, Lenny Hartono mengatakan, BIFW tahun ini melibatkan 31 desainer dan lebih dari 100 model dari 15 negara. “Acara ini sebetulnya sudah yang kedua. Sebelumnya Bali International Fashion Week pernah diadakan tahun 2022. Tahun ini kami adakan jauh lebih meriah dan partisipannya lebih banyak,” kata Lenny.

 

Peserta internasional tersebut berasal dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, Dubai, Yunani, Rusia, Kazakhstan, Armenia, Lituania, Italia, Meksiko, Australia, dan Prancis. Menurut Lenny, keterlibatan peserta dari berbagai negara menjadi salah satu perkembangan penting dalam BIFW 2026. Masing-masing desainer membawa karakter dan identitas budaya dari negaranya untuk diterjemahkan melalui karya fashion.

 

Konsep tersebut sejalan dengan tema yang diusung tahun ini, “Where Culture Meets Couture”. Budaya tidak hanya ditempatkan sebagai latar, tetapi diterjemahkan menjadi bagian dari karya melalui busana, wastra, motif, filosofi, seni, dan tradisi. “Jadi masing-masing membawa budayanya masing-masing, tetapi dalam bentuk fashion,” ujar Lenny.

Baca Juga:   Geliat Musim Semi Seni Rupa "Vernal Artistic" di Santrian Art Gallery

 

Bali pun mendapat ruang untuk membawa kekayaan budayanya ke panggung fashion dengan pendekatan yang lebih modern. Lenny, misalnya, menyiapkan koleksi yang memadukan songket Bali dengan material bernuansa modern.

 

Koleksi tersebut rencananya ditampilkan pada hari utama BIFW 2026. Sebelumnya, Lenny telah membawa eksplorasi songket ke New York Fashion Week pada 2023. Ia ingin menunjukkan bahwa songket tidak harus selalu tampil dalam busana yang sangat formal, tetapi dapat dikemas lebih segar sehingga relevan untuk berbagai kesempatan. 

 

“Karena saya dari Bali, saya pikir alangkah baiknya bila saya mengangkat songket, tapi saya mix dengan kain modern sehingga tampilannya benar-benar fresh dan bisa dipakai untuk acara apa saja,” ungkapnya.

 

Setelah pembukaan di Water Blow, rangkaian utama BIFW 2026 berlangsung pada 24-26 September 2026 di Museum Pasifika, The Nusa Dua. Dengan melibatkan desainer, model dan partisipan dari 15 negara, BIFW 2026 diarahkan menjadi ruang pertemuan antara budaya, fashion, pariwisata dan industri kreatif. 

Baca Juga:   W Atlas Superclub Bali, Night Club Anak Bangsa Termegah di Asia Tenggara

 

Bali tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan, tetapi juga menjadi titik temu berbagai identitas budaya yang diterjemahkan melalui karya fashion. BIFW 2026 diinisiasi anggota DPD RI dapil Provinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna dan dikembangkan serta diproduksi Lenny Hartono melalui Lenny Hartono Management sebagai Creative Director.

 

Lenny berharap penyelenggaraan BIFW dapat memperkuat ekosistem fashion di Bali sekaligus membuka jejaring lebih luas dengan pelaku industri internasional. “Saya harapkan tentunya event ini akan membawa dampak yang bagus untuk Bali sebagai fashion hub dunia. Mudah-mudahan Bali International Fashion Week menghadirkan desainer internasional yang berkualitas yang akan menggairahkan industri fashion di Bali juga dan nasional,” harapnya. (BC5)