Beranda Umum Gempa M7,7 Guncang Flores, Tsunami Terdeteksi di Sikka hingga Labuan Bajo

Gempa M7,7 Guncang Flores, Tsunami Terdeteksi di Sikka hingga Labuan Bajo

0
Gempa Flores
Warga di Pelabuhan Maumere berhamburan ketika gempa M7,7 mengguncang Flores. (ist)

balibercerita.com –
Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8) dini hari. Gempa semula dilaporkan berkekuatan M7,0 kemudian diperbarui BMKG menjadi M7,7, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa terjadi pukul 04.58.24 WIB, berpusat di laut pada koordinat 8,41 lintang selatan dan 121,39 bujur timur atau sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

BMKG menyatakan gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan masuk dalam status peringatan dini tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Dalam perkembangan terbaru, tsunami bahkan telah terdeteksi melalui pengamatan muka air laut di sejumlah wilayah.

Baca Juga:   Nuansa Paskah Hangat di Bandara Ngurah Rai, Penumpang Disambut Cokelat dan Alunan Koor

Berdasarkan data InaTEWS BMKG yang dirilis pukul 05.49 WIB, gelombang tsunami tercatat di Sikka setinggi 0,19 meter pada pukul 05.03 WIB. Di Labuan Bajo setinggi 0,36 meter, terdeteksi pukul 05.26 WIB. Sementara, di Dompu 0,17 meter, terdeteksi pukul 05.29 WIB.

Sebelumnya, hasil pemodelan BMKG menempatkan sejumlah wilayah dalam kategori Siaga dengan potensi tinggi tsunami 0,5 hingga 3 meter. Wilayah tersebut antara lain bagian utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, Sikka, serta Selayar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Sementara, kategori Waspada diberlakukan untuk sejumlah wilayah, termasuk Pulau Ende, Pulau Sikka, bagian utara Flores Timur, Bima, Dompu, serta beberapa wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Masyarakat di wilayah berstatus Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

Baca Juga:   Basarnas Bali Siap Kawal IBMRC 2025

Selain memicu potensi tsunami, gempa juga menimbulkan guncangan cukup kuat di sejumlah wilayah Flores. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan BMKG, intensitas VII MMI dirasakan di Aesesa dan Kota Mbay di Nagekeo serta Riung di Ngada. Pada tingkat ini, masyarakat dapat merasakan guncangan kuat dan berpotensi terjadi kerusakan ringan pada bangunan.

Guncangan VI MMI dilaporkan berpotensi dirasakan di Wolowae, Nagekeo, dan Kota Bajawa. Sementara, intensitas V MMI diperkirakan dirasakan di Kota Ende, Borong dan Ruteng.

Baca Juga:   BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Bali, 21–27 Januari 2026

BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan serta perkembangan ketinggian tsunami berdasarkan hasil observasi muka air laut.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Warga di wilayah dengan status Siaga diminta segera melakukan evakuasi, sedangkan masyarakat di wilayah berstatus Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG dan InaTEWS. (BC5)