balibercerita.com –
Angin perubahan berembus di Kecamatan Kuta. Untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir, pucuk pimpinan kecamatan kini berada di tangan dua putra asli Kuta. I Made Agus Suantara resmi mengemban amanah sebagai Camat Kuta, didampingi I Putu Dedik Adi Ardiana atau Bragi sebagai Sekretaris Camat Kuta.
Kehadiran duet pemimpin lokal ini membawa harapan baru bagi kawasan yang selama puluhan tahun menjadi wajah pariwisata Bali. Di tengah persaingan destinasi wisata dunia yang semakin ketat, keduanya bertekad mengembalikan pamor Kuta sebagai destinasi unggulan yang bersih, aman, nyaman, dan berkelas.
Bagi De Agus sapaan akrab Agus Suantara, jabatan Camat Kuta bukan sekadar promosi birokrasi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia memahami betul karakter dan dinamika wilayah yang kini dipimpinnya karena lahir, tumbuh, dan mengabdi di Kuta.
Sebelum dipercaya menjadi Camat Kuta, De Agus menjabat sebagai Sekretaris Camat Kuta mendampingi D. Ngurah Bhayudewa yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung. Sementara, Dedik Adi Ardiana sebelumnya menjabat sebagai Lurah Kuta.
“Mengembalikan kejayaan Kuta tidak bisa dilakukan secara instan. Semua harus bergerak bersama. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar,” ujar De Agus.
Sebagai langkah awal, pihaknya akan menerbitkan surat edaran yang mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk pelaku usaha, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan mempercantik kawasan Kuta. Menurutnya, wajah destinasi yang bersih dan tertata akan memberikan kesan positif bagi wisatawan yang datang.
Tak hanya soal kebersihan, keamanan dan ketertiban wilayah juga menjadi perhatian utama. Agus menegaskan bahwa citra Kuta sebagai destinasi wisata internasional harus dijaga bersama melalui kolaborasi erat dengan aparat keamanan, desa adat, pelaku usaha, dan masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk membangkitkan kembali kejayaan Pantai Kuta melalui berbagai program penataan kawasan, termasuk revitalisasi pedestrian Jalan Pantai Kuta, pembangunan jalur pejalan kaki di pesisir pantai, hingga proyek Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II Kuta-Legian-Seminyak yang saat ini sedang berjalan.
De Agus juga membuka peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mendukung berbagai program penataan dan pengembangan kawasan. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus solusi inovatif dalam menjawab tantangan pembangunan destinasi wisata modern.
Komitmen De Agus terhadap Kuta tidak lahir secara tiba-tiba. Putra kelahiran Kuta ini menempuh pendidikan dari SD No. 5 Kuta, SMP Negeri 1 Kuta, hingga SMA Negeri 2 Denpasar sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Warmadewa, Universitas Udayana, dan Universitas Ngurah Rai.
Karier birokrasi yang dirintisnya sejak tahun 2000 sebagai tenaga honorer di Dinas Pendapatan Kabupaten Badung membentuk pemahamannya terhadap pelayanan publik. Pengalaman bertugas di Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Pangan, hingga menjadi Sekretaris Camat Kuta dan Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Kuta menjadi bekal penting sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kecamatan Kuta pada tahun 2026.
Kini, di bawah kepemimpinan dua putra daerah, harapan untuk mengembalikan gaung slogan legendaris “Belum Berkunjung ke Bali sebelum ke Kuta” kembali digaungkan. Sebuah harapan yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada semangat gotong royong seluruh komponen masyarakat Kuta. (BC5)

















