balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) mulai melakukan perbaikan terhadap 30 bangunan sekolah dasar (SD). Beberapa sekolah menjalani pembongkaran secara menyeluruh sebelum dibangun kembali. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas daya tampung siswa.
Meski pelaksanaan proyek berlangsung menjelang dimulainya semester baru, proses renovasi ditargetkan selesai pada Desember 2026. Selama pembangunan berlangsung, siswa dipastikan tetap memperoleh layanan pembelajaran yang memadai.
Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana menjelaskan, sejumlah sekolah mengalami peningkatan jumlah peserta didik yang cukup tinggi sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan perluasan lahan. Karena itu, solusi yang dipilih adalah mengganti bangunan lama menjadi sekolah bertingkat.
“Beberapa sekolah memang kami bongkar total karena lahannya sudah tidak memungkinkan diperluas. Solusinya adalah membangun gedung bertingkat agar daya tampung siswa bisa lebih maksimal,” ujar Dwipayana saat dikonfirmasi, Minggu (5/7).
Ia menuturkan, salah satu proyek yang menjadi fokus perhatian yakni pembangunan kembali SD Negeri 1 Kerobokan. Sekolah tersebut nantinya akan dibangun menjadi gedung tiga lantai dengan 14 ruang kelas guna menyesuaikan kebutuhan jumlah siswa yang terus meningkat di kawasan tersebut.
Selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas belajar mengajar dipindahkan sementara ke sekolah lain dengan memanfaatkan ruang di SMP maupun SD terdekat. Sistem pembelajaran sementara juga dilakukan pada siang hari. Namun menurutnya, pola tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat karena bersifat sementara selama pembangunan berjalan.
“Target kami semua proyek selesai pada Desember 2026. Setelah itu seluruh siswa kembali belajar secara normal dengan sistem masuk pagi,” ungkapnya.
Skema serupa juga diterapkan pada SD Negeri 5 Kuta yang saat ini sedang menjalani pembangunan total. Jika sebelumnya pembangunan dilakukan bertahap agar kegiatan belajar tetap berlangsung, kini seluruh bangunan dikerjakan sekaligus dengan mekanisme pemindahan sementara siswa ke sekolah lain.
Dwipayana optimistis seluruh proses renovasi di 30 sekolah tersebut dapat diselesaikan sesuai target apabila tidak menemui hambatan di lapangan. Program ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman sekaligus menjawab kebutuhan ruang kelas akibat pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Badung. (BC9)

















