Jembrana Sound Session Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Bali Barat

0
7
Jembrana Sound Session
Salah satu sesi di acara Jembrana Sound Session yang digelar di halaman Gedung PLUT KUMKM Jembrana, Sabtu (25/4). (ist)

balibercerita.com –
Kegiatan bertajuk Jembrana Sound Session digelar di halaman Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Jembrana pada Sabtu (25/4). Acara ini menghadirkan pertunjukan musik, komedi, seni rupa, hingga aktivitas ekonomi kreatif dalam satu ruang tanpa sekat antara penampil dan pengunjung.

Sejumlah musisi lokal tampil bergantian, di antaranya DJ Erick Foe, The Bravas, Birama ft. Deleo, Parama, Mood Brother, Afterteen, Pribumi, dan Dream of Yesterday. Sementara itu, kelompok Stand Up Indo Jembrana yang diwakili Jebret, Eka, Satria, dan Ahmad Jho mengisi acara dengan materi komedi keseharian. Di sisi lain, Kartel Mural Club membuat mural secara langsung, serta Reka Art Studio menampilkan instalasi seni. Pengunjung juga dapat mengakses stan buku yang diinisiasi Bali Tersenyum.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melalui Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif bersama Negara Creative Lab. Acara dikemas dalam bentuk pertunjukan, lokakarya, dan pasar kreatif. “Ini bukan sekadar tampil, tetapi menciptakan pertemuan,” ujar Usada Kusuma dari Negara Creative Lab.

Baca Juga:   Havaianas Kembali Gelar Big Sale di Bali Selama 26 Hari

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menghubungkan berbagai potensi kreatif di Jembrana yang selama ini berjalan terpisah. “Kegiatan seperti inilah yang menghubungkannya untuk membuka peluang kolaborasi lintas sektor yang lebih konkret,” tambahnya.

Sejumlah kegiatan pendukung turut digelar seperti workshop street and stage photography oleh Komunitas Fotografi Jembrana, coaching clinic oleh Jembrana Drum Community, serta program e-sport bersama Komunitas e-Sport Jembrana. Selain itu, sesi diskusi menghadirkan Pohon Tua, produser musik sekaligus anggota Navicula dan Dialog Dini Hari. “Saya memiliki studio profesional di Denpasar dan siap mendukung band-band dari Jembrana yang telah terkurasi,” ujarnya.

Ia juga mendorong pelaku musik untuk aktif membangun jejaring dan memanfaatkan media sosial. “Buatlah seberisik mungkin di media sosial. Hidupkan kembali studio musik, tampil di banyak gigs di berbagai lokasi,” ucapnya.

Baca Juga:   Boy Warongan Kembali ke Dunia Musik Lewat Single “Belum Boleh Pulang”

Tidak hanya sebagai ajang pertunjukan, kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk kuliner, kriya, dan fesyen lokal dipamerkan, termasuk olahan limbah plastik dari Reconcre, produk Negara Independent Clothing (NIC), serta kain endek dari Ani Gallery.

Pemerintah Kabupaten Jembrana menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu fokus pembangunan daerah. Bupati Jembrana, Kembang Hartawan menyatakan, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui pengembangan ekosistem kreatif.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan membangun Jembrana Creative Hub sebagai ruang pengembangan kapasitas dan kolaborasi pelaku kreatif. Pihaknya akan mewujudkannya tahun ini.

Sementara, Wakil Bupati Jembrana, Patriana Krisna berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak komunitas. “Semoga ke depan semakin banyak komunitas yang tumbuh dan terlibat dalam acara-acara seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga:   Pesta Rakyat GWK 2025, Selebrasi Megah Rayakan Kemerdekaan RI

Sementara itu, Kelompok Ahli Bupati Jembrana Bidang Ekonomi dan Infrastruktur, Wena Wahyudi menilai kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Bali Barat. Pelaku kreatif dapat berdaya, produktif, dan terus berkarya sehingga simpul-simpul kreativitas akan terus hidup dan saling terhubung.

Ia menambahkan, integrasi antara Jembrana Creative Hub dan PLUT diharapkan mampu memperkuat pengembangan talenta lokal. Selain itu, Komite Inovasi dan Ekonomi Kreatif Jembrana direncanakan akan dibentuk untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Salah satu anggota komunitas, Reka Biantara, menyambut positif kegiatan tersebut. “Yang tidak kalah penting, semoga creative hub segera terwujud agar teman-teman komunitas memiliki rumah sebagai tempat berkarya, bertemu, dan berkembang,” ujarnya.

Pengunjung, Alit Tribhuwana menilai kegiatan ini memberikan gambaran potensi ruang kreatif di Jembrana. Ia juga menilai pemanfaatan ruang publik seperti PLUT dapat dioptimalkan melalui pendekatan kreatif. (BC13)