balibercerita.com –
Pemerintah mulai mempercepat pemulihan kawasan Pantai Kuta pascaditerjang abrasi akibat pasang laut dan gelombang tinggi. Seiring kondisi alam yang mulai membaik, langkah perapian hingga penataan kawasan kini dikebut secara bertahap.
Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana mengungkapkan bahwa penanganan masih berproses dengan dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Saat ini, pembangunan breakwater dan revetment menjadi prioritas sebagai pelindung pantai dari gerusan ombak. “Setelah itu baru dilakukan pengisian pasir untuk mengembalikan kondisi daratan pantai,” jelasnya, Sabtu (11/4).
Ia menegaskan, perbaikan jogging track yang rusak belum dilakukan secara permanen karena menunggu rampungnya proyek perlindungan pantai agar tidak sia-sia. “Kalau diperbaiki sekarang akan mubazir. Kami tunggu dulu pengerjaan breakwater dan revetment selesai,” tegasnya.
Untuk sementara, beton jalur jogging track yang terdampak telah diangkat dan dipindahkan ke area setra guna merapikan kawasan. Sementara itu, pemerataan pasir mulai dilakukan seiring surutnya air laut.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra menyebutkan, pihaknya tengah fokus melakukan perapian pedestrian di sepanjang Pantai Kuta. Dua alat berat dikerahkan dalam proses ini, dengan pengerjaan yang menyesuaikan kondisi pasang air laut.
Perapian dilakukan dengan menyingkirkan bagian pedestrian yang terdampak agar tidak mengganggu proses pengisian pasir. “Ini bukan penataan permanen, tapi perapian sementara sambil menunggu penanganan lanjutan dari BWS,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa secara struktur, pedestrian tidak mengalami kerusakan berat, melainkan hanya penurunan akibat tergerusnya pasir di bagian bawah.
Penanganan difokuskan dari kawasan Beachwalk hingga ke arah selatan, yang menjadi prioritas pengisian pasir. Sementara itu, titik abrasi terparah kini bergeser ke depan Hard Rock Cafe akibat perubahan arah gelombang.
Pemerintah mengimbau masyarakat dan pelaku pariwisata untuk bersabar. Pemulihan dilakukan bertahap melalui kolaborasi lintas instansi agar Pantai Kuta kembali tertata dan aman bagi aktivitas wisata. (BC5)

















