Beranda Kesehatan 110 Dokter dari 15 Negara akan Kumpul di Bali, Bahas Tren Terapi...

110 Dokter dari 15 Negara akan Kumpul di Bali, Bahas Tren Terapi Estetika Regeneratif

0
Dokter
Perawatan wajah untuk kecantikan. (ist)

balibercerita.com – 

Bali kembali menjadi tuan rumah pertemuan dokter internasional di bidang estetika regeneratif. Sebanyak 110 dokter dari 15 negara akan berkumpul dalam Meet the Masters in Bali 2026 yang digelar CGBIO pada 16 hingga 17 Oktober 2026.

 

Mengusung tema “The Regenerative Continuum: Where Science Takes Shape”, kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai forum pengenalan produk, tetapi menjadi ruang pertukaran pengalaman klinis dan pembahasan strategi terapi berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing pasien. Dokter peserta akan datang dari kawasan Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah hingga Amerika Latin. Rangkaian kegiatan mencakup demonstrasi tindakan secara langsung di NULOOK Clinic serta simposium ilmiah di Renaissance Bali Nusa Dua Resort.

 

Pada hari pertama, dua dokter dari Korea Selatan, Dr. Gi-Woong Hong (Director of SAMSKIN Plastic Surgery), dan Dr. Jisoo Kook (Director of It’s Me Clinic) akan memimpin sesi live demonstration di NULOOK. Keduanya akan memperagakan perawatan wajah menggunakan kombinasi calcium hydroxyapatite (CaHA), hyaluronic acid (HA), dan teknik thread lifting. Peserta juga akan diajak melihat bagaimana kondisi pasien dievaluasi sebelum menentukan kombinasi dan urutan terapi.

Baca Juga:   Lonjakan Penduduk Picu Kekurangan Puskesmas di Kuta Selatan

 

Salah satu fokus pembahasan adalah DCLASSY CaHA, produk berbasis CaHA yang dipasarkan dengan nama FACETEM di sejumlah pasar internasional. Para peserta akan mempelajari karakteristik serta metode aplikasinya berdasarkan tujuan terapi.

Pembahasan juga mencakup kombinasi CaHA dengan HA, energy-based devices (EBD), hingga thread lifting. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu dokter menyusun strategi perawatan yang lebih sesuai dengan kondisi dan tujuan pasien.

 

Yang berbeda pada Meet the Masters tahun ini adalah hadirnya sesi baru bertajuk Global Case Sharing. Dokter dari Mongolia, Vietnam, Portugal, Indonesia, dan Irak akan mempresentasikan kasus yang mereka temui dalam praktik sehari-hari.

Baca Juga:   Shealth AI Jajaki Kolaborasi di Indonesia, Dorong Transformasi Rumah Sakit Pintar dan Medical Tourism Bali

 

Sesi tersebut menjadi ruang untuk membandingkan karakteristik pasien sekaligus pendekatan terapi di berbagai negara. Pengalaman klinis dari masing-masing dokter akan menjadi bahan diskusi untuk melihat bagaimana strategi perawatan dapat disesuaikan secara individual.

 

Sementara itu, pada 17 Oktober, simposium ilmiah akan membahas CAST Code (CaHA-based Anatomy-driven Structural Transformation Code), sebuah protokol aplikasi CaHA berdasarkan anatomi dan tujuan terapi.

CAST Code mencakup tiga tujuan utama yakni localized lifting, structural contouring, dan skin rejuvenation. Pembicara akan membahas penerapannya melalui berbagai kasus klinis, termasuk ketika CaHA dikombinasikan dengan EBD, HA maupun modalitas perawatan lainnya.

 

CEO CGBIO, Hyun Seung Yu mengatakan, edukasi bagi dokter di berbagai negara perlu berkembang dari sekadar menjelaskan penggunaan produk menjadi ruang untuk berbagi pengalaman klinis dan pengambilan keputusan terapi. “Edukasi bagi dokter di luar negeri perlu berkembang dari sekadar menjelaskan penggunaan produk menjadi ruang untuk bersama-sama membahas pengambilan keputusan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien serta berbagi pengalaman klinis,” ujarnya.

Baca Juga:   Rembug Stunting Jadi Fokus, Kecamatan Sukawati Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Kesehatan

 

NULOOK yang didirikan anak perusahaan CGBIO di Indonesia pada 2023 menjadi salah satu pusat kegiatan edukasi bagi dokter di Indonesia. “Dengan NULOOK sebagai salah satu pusat kegiatan, kami akan terus memperluas ekosistem edukasi yang memungkinkan dokter dalam negeri dan para ahli dari berbagai negara berbagi pengalaman secara berkelanjutan,” tambahnya.

 

Meet the Masters merupakan program edukasi dan pertukaran ilmiah global CGBIO. Sebelum digelar di Bali, program serupa bagi dokter dari Amerika Latin berlangsung di Bogota, Kolombia, pada September 2026. Setelah Bali, program tersebut dijadwalkan berlanjut pada Januari 2027 di Istanbul, dengan peserta dokter dari kawasan Eropa. (BC5)