Usai Jalani Karantina, Puluhan PMI yang Bekerja di Ukraina Dipulangkan ke Bali 

0
263
PMI
PMI yang bekerja di Ukraina tiba di Bandara Soekarno-Hatta. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Setelah menjalani masa karantina di Wisma Pasar Rumput Jakarta, puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di Ukraina dipulangkan ke daerah asal pada Senin (7/3). Proses pemulangan dilakukan menggunakan pesawat Air Asia QZ7518 rute Cengkareng-Denpasar pada pukul 16.35 WIB. Pemulangan PMI yang sebagian besar merupakan perempuan itu difasilitasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan didampingi oleh petugas UPT BP2MI Serang. 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda mengatakan, mereka tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 19.25 Wita. Semua PMI asal Bali itu dalam keadaan sehat dan selamat, kendati proses kepulangan mereka memerlukan proses yang cukup panjang. 

“Data dari BP2MI, total ada 28 PMI asal Bali yang dipulangkan dari Ukraina. Hari ini total 26 orang yang pulang. Dua diantaranya masih menjalani karantina di Jakarta. Mudah-mudahan secepatnya bisa pulang,” terangnya.

Baca Juga:   Belum Dua Bulan, Aksi Vandalisme Kembali Terjadi di Kawasan Pantai Kuta

Kepala UPT BP2MI Wilayah Bali Wiam Satriawan menerangkan, dari total 26 PMI itu, sebanyak 4 orang berasal dari Denpasar, 4 orang dari Karangasem, 3 orang dari Gianyar, 7 orang dari Buleleng, 3 orang dari Badung,  2 orang dari Bangli, 3 orang dari Tabanan.  Sedangkan 2 orang lainnya yang masih menjalani karantina di Jakarta berasal dari Tabanan. “Saat kedatangan di bandara, dilakukan serah terima ditandai dengan penyerahan berita acara dari keluarganya,” ungkapnya.

Adapun data 26 orang PMI yang telah dipulangkan yaitu Ni Nyoman  Sukiati, Ni Wayan Era Rustini, Ni Ketut Muliasih, Ni Komang Ayu Yuliantari, Ni Komang Budiani, Kadek Evi Oktaviani, Ni Nengah Riska Wati, Nyoman Dewi Pupawati, Ni Ketut Ayu Arsani, Sayu Made Sudiatih, Ni Kadek Meta Vitrianis Ni Ketut Suciati, Ni Made Yartami, Komang Dewi Handayani, Ni Ketut Mita Julianti, Ketut Budiani, Luh Mas Padmasari, Ni Luh Sudiasih, Desak Made Yuni. Ni Komang Wirati, Nengah Dewi Raniasih, Ni Ketut Suartini, Ni Wayan Sukendrayani, Ni Made Marniasih, Putu Lia Satyami, dan Ni Ketut Ardani. 

Baca Juga:   Bali Diminta Jadi Pionir Nasional dalam Gerakan Lingkungan Hidup

Sebelumnya, pada Rabu (2/3), Pemerintah Indonesia melakukan evakuasi terhadap 80-an WNI yang berada di Ukraina. Hal itu dilakukan agar para WNI yang ada di negara tersebut dapat terhindar dari situasi konflik yang berkecamuk. Penerbangan evakuasi yang di inisiasi oleh Kementerian Luar Negeri RI itu dilakukan menggunakan penerbangan charter Garuda Indonesia dengan armada A330-200. 

Baca Juga:   Triwulan I 2024, Jumlah Kunjungan Wisman Ke Bali Melalui Bandara Ngurah Rai Naik 31,98 persen

Pesawat pelat merah itu diberangkatkan dari Bandara Henri Coanda Bucharest, Romania pada hari Rabu (2/3) pukul 15.10 waktu setempat. Bucharest merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Penerbangan tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada hari Kamis (3/3) pukul 17.00 WIB, setelah melakukan transit di Madinah.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, penerbangan evakuasi bagi WNI dari Ukraina itu merupakan bentuk dukungan dari bagian dalam misi kemanusiaan. Peran Garuda Indonesia dalam proses evakuasi merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan, dalam menjalankan mandat sebagai national flag carrier yang salah satunya diwujudkan melalui penyediaan aksesibilitas layanan penerbangan yang siap setiap saat bagi masyarakat Indonesia. Khususnya bagi yang hendak kembali ke tanah air ditengah situasi konflik yang terjadi saat ini di Ukraina. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini