
balibercerita.com –
Komitmen menjaga warisan budaya sekaligus merawat alam Bali kembali ditegaskan Gubernur Bali, Wayan Koster. Pada Jumat (27/), ia turun langsung menanam bibit kelapa daksina di kawasan embung, Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Aksi penghijauan tersebut merupakan inisiatif DPD Perbarindo Bali yang menargetkan penanaman 1.000 bibit kelapa daksina. Langkah ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan serta pemenuhan kebutuhan sarana upacara adat di Bali.
Usai menanam bersama Bupati Klungkung, I Made Satria, perwakilan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, serta didampingi Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit, Gubernur Koster menegaskan pentingnya ketersediaan kelapa bagi masyarakat Bali.
“Saya sangat mendukung gerakan penanaman bibit pohon kelapa daksina yang diselenggarakan oleh Perbarindo Bali, ini adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan upakara di Bali, karena setiap hari suci Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, Tumpek, hari suci Saraswati, Galungan, hingga Kuningan, kita selalu menghaturkan pejati (di dalamnya terdapat kelapa),” ujar Gubernur Koster kepada awak media.
Menurutnya, kelapa memiliki peran vital dalam pelaksanaan upacara adat dan keagamaan umat Hindu di Bali, sehingga upaya menjaga ketersediaannya menjadi bagian dari pelestarian budaya. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasi kepada DPD Perbarindo Bali atas penyelenggaraan kegiatan penanaman ini.
Gubernur Bali dua periode itu menambahkan, gerakan penanaman kelapa daksina selaras dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Program ini menjadi strategi konkret menjaga keseimbangan ekosistem budaya sekaligus memastikan produksi kelapa tetap terpenuhi di masa mendatang. (BC18)














