Negara, balibercerita.com –
Dalam memeriahkan peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI dan HUT ke-64 Provinsi Bali, mahasiswa KKN Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa menggelar lomba Tri Sandya dan nyurat aksara Bali di Jembrana, Minggu (14/8). Kegiatan diikuti 73 siswa SD Negeri 4 Manistutu, Jembrana.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Lomba, I Made Suyasa Budi Raharja, lomba ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan sebagai upaya pelestarian budaya Bali di tengah era digitalisasi. “Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kami, mahasiswa Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa selama menjalankan kuliah kerja nyata di desa ini. Untuk memberikan pendidikan agama Hindu dan budaya Bali kepada siswa SD supaya tidak punah ditelan zaman,” kata Suyasa.
Ia menjelaskan, saat ini di era digital banyak siswa SD terlalu fokus pada permainan di ponsel sehingga perlahan melupakan mantra doa dan penulisan aksara Bali. Diharapkan melalui kegiatan ini bisa menarik minat anak-anak untuk mempelajari atau memperdalam mantra doa agama Hindu. Begitu juga penulisan aksara Bali. Pembelajaran dapat dilakukan secara konvensional maupun digital.
Atas terselenggaranya lomba tersebut, Kepala Sekolah SD Negeri 4 Manistutu, I Ketut Nandra menyampaikan terima kasihnya pada mahasiswa KKN UHN I Gusti Bagus Sugriwa. Mantra doa dalam agama Hindu dan penulisan aksara Bali merupakan warisan leluhur yang wajib dipelajari. “Siswa kami memiliki bekal dan pengetahuan mengenai agama dan budaya Bali,” katanya.
Ia menambahkan, seiring perkembangan teknologi, para siswa lebih cepat mencerna berbagai aplikasi permainan pada ponsel. Maka dari itu pihaknya pelan-pelan mengarahkan para siswa untuk mengakses aplikasi edukasi seperti mempelajari mantra doa, bahasa Bali, dan aksara Bali yang banyak terdapat di internet.
Sementara itu, juara lomba nyurat aksara Bali, Ni Kadek Putri Pratiwi mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Perlombaan ini sangat bagus sehingga saya tahu mengenai teknik penulisan aksara Bali yang baik dan benar,” katanya. (BC17)














