
balibercerita.com –
Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kini memasuki periode kepemimpinan baru dengan fokus pada penguatan tata kelola, regenerasi sumber daya manusia, dan pembaruan arah institusi. Kepemimpinan yang dinakhodai oleh Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., bersama empat wakil rektor, menandai fase transisi strategis di lingkungan Unhi.
Rektor Unhi, Cokorda Gde Bayu Putra saat prosesi majaya-jaya jajaran pimpinan baru Unhi, di Pura Maha Widya Mandira, Kampus Unhi pada Jumat (6/2/), menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian struktur, melainkan momentum untuk memperkuat pondasi akademik dan kelembagaan kampus. Menurutnya, nilai-nilai spiritual dan kultural yang selama ini menjadi identitas Unhi tetap dijaga, namun diiringi dengan semangat adaptasi terhadap tantangan pendidikan tinggi ke depan.
Struktur pimpinan Unhi periode ini mencerminkan komitmen terhadap regenerasi. Mayoritas jajaran wakil rektor berasal dari kalangan akademisi muda dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman manajerial yang dinilai relevan dengan kebutuhan kampus saat ini. Langkah ini dipandang sebagai upaya mendorong dinamika baru, inovasi, serta percepatan pengambilan keputusan di tingkat pimpinan universitas.
Adapun susunan wakil rektor terdiri dari Wakil Rektor I Bidang Akademik yang dijabat oleh Dr. I Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T., Wakil Rektor II Bidang Keuangan oleh Dr. I Gusti Agung Paramita, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan oleh Dr. WA Sindhu Gitananda, S.S., M.Hum., serta Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Teknologi Informasi oleh Made Adi Widyatmika, S.T., M.Si., Ph.D.
Cok Bayu menjelaskan bahwa penetapan jajaran wakil rektor dilakukan sesuai statuta Unhi dan melalui mekanisme kelembagaan yang berlaku. Rektor memiliki kewenangan memilih, namun proses tersebut tetap melibatkan pertimbangan Senat Universitas sebagai representasi para senior dan pemangku kepentingan internal kampus.
Ia menilai kesepakatan yang terbangun di tingkat senat menjadi modal penting untuk memastikan stabilitas dan soliditas kepemimpinan. Dengan dukungan tersebut, pimpinan Unhi optimistis dapat menjalankan agenda pengembangan universitas secara berkelanjutan, termasuk peningkatan mutu akademik, penguatan riset, serta perluasan kerja sama strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Memasuki periode kepemimpinan baru ini, Unhi diharapkan mampu meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi berbasis nilai Hindu yang tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat luas. (BC5)

















