balibercerita.com –
Pencarian korban banjir di Bali memasuki hari keempat, Sabtu (13/9), tim SAR gabungan terus melakukan upaya penyisiran melalui jalur darat maupun laut. Namun, hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menjelaskan, operasi diawali pukul 07.00 Wita, dengan briefing serta pembagian tugas sesuai rencana. “Sejak pagi tim langsung bergerak menyisir area darat maupun laut, termasuk muara sungai dan kawasan mangrove,” ungkapnya.
Pada pukul 07.15 Wita, SRU darat melaksanakan penyisiran di sekitar muara Tukad Badung. Selang 5 menit kemudian, SRU Laut dengan rubber boat Basarnas dan Polairud Polda Bali melakukan pencarian shorty I di muara Tukad Badung. Secara paralel, tim darat lainnya menyusuri aliran sungai dari Bendungan Bina Permai Ubung.
Pukul 09.30 Wita, SRU laut dengan tujuh kano menyisir kawasan hutan mangrove Batu Lumbang, Pemogan, Denpasar. Upaya pencarian kembali dilanjutkan pada siang hari. Pukul 13.20 Wita, tim kano melaksanakan pencarian shorty II di area mangrove, sementara pukul 13.45 Wita, rubber boat kembali dikerahkan di muara Tukad Badung.
SRU darat juga melanjutkan penyisiran sungai pada pukul 13.30 Wita. “Seluruh SRU kembali ke posko pada pukul 17.45 Wita. Hasil pencarian hari ini masih nihil,” kata Sidakarya.
Berdasarkan evaluasi, operasi dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan esok hari dengan pola pencarian yang sama. (BC5)



















