Beranda Ekonomi Pasokan Ikan Kedonganan Aman hingga Desember, Musim Barat Mulai Diantisipasi

Pasokan Ikan Kedonganan Aman hingga Desember, Musim Barat Mulai Diantisipasi

0
Pasar Ikan Kedonganan
Wayan Tenja Suerta. (ist)

balibercerita.com – 

Pasokan ikan di Pasar Ikan Kedonganan, Kecamatan Kuta dipastikan masih aman hingga pertengahan Desember 2026. Namun, pengelola mulai mengantisipasi penurunan hasil tangkapan nelayan lokal seiring masuknya musim barat yang biasanya berdampak terhadap aktivitas melaut.

 

Pengelola Pasar Ikan Kedonganan, I Wayan Tenja Suerta mengatakan, hasil tangkapan nelayan saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan pasar. Kondisi tersebut diperkirakan bertahan hingga pertengahan Desember. “Untuk sampai pertengahan Desember stok aman. Menginjak bulan Desember hasil tangkapan sudah mulai menurun,” ujar Tenja.

 

Penurunan hasil tangkapan tersebut berkaitan dengan kondisi musim barat yang umumnya berlangsung sekitar Januari hingga April. Cuaca dan gelombang laut membuat aktivitas nelayan Kedonganan diperkirakan tidak akan seaktif saat kondisi laut normal.

 

Kondisi tersebut membuat pedagang nantinya akan lebih mengandalkan pasokan ikan dari luar Kedonganan. Sejumlah daerah di Bali seperti Negara, Karangasem, dan Singaraja menjadi sumber pasokan. Selain itu, ikan juga didatangkan dari luar Bali, antara lain Muncar Banyuwangi, Probolinggo, dan Madura. “Kalau hasil tangkapan nelayan lokal mulai berkurang, pasokan akan lebih banyak dari daerah lain,” katanya.

Baca Juga:   Ekspor Bali Turun 2,55 Persen, GPEI Minta Pengurus Baru Tancap Gas

 

Sementara, dalam kondisi normal seperti saat ini, pasokan di Pasar Ikan Kedonganan masih didominasi hasil tangkapan nelayan setempat. Bahkan, ketika hasil tangkapan melimpah, sebagian ikan justru dikirim ke sejumlah daerah di Bali maupun luar Bali.

 

Jenis ikan yang banyak tersedia saat ini antara lain layang, tongkol, layur, serta ikan dasar seperti kerapu, kakap, dan sunu. Untuk jenis ikan layur, Tenja menyebut permintaan terhadap layur kuning cukup ramai. “Sekarang yang ramai layur, layur kuning. Ikan-ikan dasar seperti kerapu, kakap, juga stoknya aman untuk dua bulan ke depan,” ujarnya.

 

Dari sisi harga, ikan dasar saat ini berada pada kisaran Rp70.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Ikan permukaan seperti layang sekitar Rp20.000 per kilogram. Sementara, ikan salem atau slengseng berada pada kisaran Rp14.000-Rp16.000 per kilogram dan tongkol sekitar Rp15.000-Rp17.000 per kilogram di tingkat pengecer.

Baca Juga:   APAC di Bali Bahas Pengakuan Sertifikasi Indonesia, Kunci Produk Tembus Pasar Global

 

Pasar Ikan Kedonganan sendiri menjadi salah satu sentra perdagangan ikan di kawasan Kuta. Pengelola mencatat sekitar 300 hingga 400 pedagang beraktivitas di dalam pasar tersebut. Aktivitas perdagangan biasanya semakin ramai ketika hasil tangkapan nelayan sedang melimpah. 

 

Keberadaan pasar tersebut telah berlangsung cukup lama. Tenja memperkirakan aktivitas perdagangan ikan di Kedonganan mulai berkembang sejak sekitar 1985. Pengelolaan pasar saat ini berkaitan dengan desa adat, sedangkan aktivitas perdagangan ikan di kawasan pesisir pantai memiliki mekanisme pengelolaan tersendiri melalui kelompok-kelompok nelayan.

 

Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil tangkapan nelayan Kedonganan juga dikirim ke daerah lain seperti Klungkung dan Buleleng, termasuk ke luar Bali. Harga untuk pengiriman tersebut dapat berbeda dibandingkan harga di pasar lokal karena terdapat tambahan biaya transportasi dan operasional lainnya.

Baca Juga:   OJK Nilai Kinerja BPD Mampu Bersaing di Industri Perbankan Nasional

 

Menghadapi potensi penurunan hasil tangkapan pada musim barat, Tenja berharap dukungan sarana dan prasarana untuk nelayan maupun pedagang dapat ditingkatkan. Salah satu kebutuhan yang dinilai penting yakni cool box untuk menjaga kualitas ikan selama penyimpanan.

 

Sementara bagi kelompok nelayan, dukungan dibutuhkan untuk menunjang aktivitas melaut, terutama berupa peralatan tangkap dan sarana perahu. “Harapannya bantuan dari pemerintah berupa perlengkapan, seperti cool box. Dari kelompok nelayan pasti alat tangkap, seperti kapal-kapal kecil, gandik, mesin,” harapnya.

 

Menurut Tenja, dukungan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas nelayan sekaligus perdagangan ikan di Kedonganan, terutama ketika kondisi cuaca mulai membatasi hasil tangkapan lokal. (BC5)