balibercerita.com –
Rencana penataan kawasan Kuta yang tengah didorong Pemkab Badung mendapat sambutan positif dari Parum Samigita. Namun, forum yang beranggotakan para sesepuh dan tokoh yang pernah terlibat dalam perencanaan kawasan Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) tersebut mengingatkan agar penataan dilakukan berbasis data, memperhitungkan daya dukung kawasan, serta melihat proyeksi perkembangan hingga puluhan tahun ke depan.
Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Badung, AA Gde Rahmadi dan Camat Kuta, Made Agus Suantara belum lama ini di kantor Camat Kuta. Pertemuan ini menjadi ruang bagi para alumni Parum Samigita untuk menyampaikan masukan terkait rencana pembenahan Kuta, khususnya di bidang transportasi dan lalu lintas.
Parum Samigita sendiri terbentuk pada 2002 dan beranggotakan mantan aktivis serta akademisi yang sebelumnya terlibat dalam proyek Strategic Structural Plan for Kuta (SSPK) kawasan Samigita yang digagas Bappeda pada tahun yang sama. Kajian tersebut melihat perkembangan Samigita dari berbagai aspek sebagai dasar perencanaan kawasan.
Perkembangan Kuta saat ini, ditambah berbagai program penataan yang digagas Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, kemudian mendorong para tokoh tersebut kembali berdiskusi. Mereka mempertanyakan sejauh mana hasil kajian Samigita sebelumnya telah dievaluasi dan bagaimana keterkaitannya dengan penataan Kuta yang kini dirancang pemerintah.
Dalam diskusi tersebut, Parum Samigita mengapresiasi langkah Bupati Badung yang memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan Kuta, termasuk sektor transportasi. Namun, mereka menilai penyediaan fasilitas parkir maupun transportasi umum tidak cukup jika hanya didasarkan pada titik-titik kemacetan yang terlihat saat ini.
Parum Samigita menekankan pentingnya pemetaan secara menyeluruh sebelum menentukan intervensi. Data yang dibutuhkan antara lain origin-destination atau asal-tujuan perjalanan, volume lalu lintas per jam, pola pergerakan kendaraan, jenis kendaraan, waktu tempuh, kecepatan, hingga kapasitas parkir off-street.
Pusat-pusat yang menghasilkan perjalanan juga perlu dipetakan, mulai dari hotel, vila, restoran, beach club dan berbagai aktivitas komersial, hingga sekolah serta kawasan permukiman. Termasuk penggunaan lahan yang ada saat ini dan pembangunan yang telah mengantongi izin tetapi belum beroperasi.
Pemetaan tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menjawab persoalan hari ini, tetapi juga menyusun proyeksi lima, 10 hingga 20 tahun mendatang. Pertumbuhan penduduk, wisatawan, kendaraan, akomodasi, investasi, pembangunan dan perubahan penggunaan lahan perlu menjadi variabel dalam perencanaan.
Parum Samigita juga mendorong penguatan sistem informasi berbasis geografis atau Geographic Information Center. Sistem tersebut dinilai dapat membantu pemerintah dalam memetakan kondisi kawasan secara lebih komprehensif sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan.
Pasalnya, kondisi Kuta dan kawasan Samigita saat ini telah jauh berubah dibandingkan ketika kajian awal disusun pada 2002. Pertumbuhan pariwisata, pembangunan, kendaraan, aktivitas ekonomi hingga perubahan perilaku masyarakat telah menciptakan variabel baru yang perlu dimasukkan dalam perencanaan.
Selain persoalan lalu lintas, daya dukung kawasan menjadi perhatian penting. Parum Samigita mengingatkan bahwa daya dukung tidak semata-mata dihitung berdasarkan kemampuan jalan menampung kendaraan dalam satu jam. Daya dukung juga menyangkut kepadatan pembangunan, ketersediaan air, pengelolaan sampah, sewage, drainase, lingkungan, kebisingan, lanskap hingga kualitas hidup masyarakat.
Mereka menilai, sebelum menambah pembangunan maupun aktivitas baru, pemerintah perlu mengetahui terlebih dahulu sejauh mana kawasan masih mampu menampung pertumbuhan tersebut. Perubahan perilaku masyarakat juga menjadi variabel yang tidak kalah penting. Parum Samigita melihat adanya perubahan perilaku dalam beberapa dekade terakhir yang turut berpengaruh terhadap kepatuhan terhadap aturan.
Setelah pemetaan dan diagnosis persoalan dilakukan secara menyeluruh, barulah berbagai solusi transportasi dinilai relevan untuk diterapkan. Gagasan circular public transportation atau feeder menuju angkutan umum juga menjadi salah satu opsi. Termasuk gagasan central parking di kawasan Imam Bonjol yang dapat dihubungkan dengan sistem angkutan umum.
Selain itu, penyediaan trotoar yang aman, nyaman dan walkable dinilai penting untuk mendorong pergerakan tanpa kendaraan pribadi. Alternatif moda seperti water taxi juga dapat dikaji sebagai bagian dari pilihan transportasi di kawasan Samigita.
Camat Kuta, Made Agus Suantara selaku moderator menjelaskan, pertemuan itu menjadi ruang untuk menyerap pandangan para tokoh yang sejak lama mengikuti perkembangan kawasan Seminyak, Legian dan Kuta. Ia menilai penataan kawasan Kuta tentunya memerlukan dukungan para pangelingsir, tokoh masyarakat, serta mereka yang memahami perjalanan Kuta dari masa ke masa. Hal itu menjadi bagian penting agar berbagai rencana pembenahan dapat diterapkan di lapangan.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Badung, AA Gde Rahmadi. Ia menyebut anggota Parum Samigita merupakan orang-orang yang telah terlibat dalam gagasan penataan Samigita sejak lama. “Untuk menyukseskan sesuatu kegiatan, kita harus mendapat masukan dari senior-senior yang sudah berpengalaman. Semua itu tokoh-tokoh di Kuta. Ketika saya baru jadi pegawai, beliau-beliau sudah ada di Forum Samigita,” kata Rahmadi.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi penting untuk melihat kembali perjalanan Kuta sekaligus memahami hal-hal yang pernah membuat kawasan ini berkembang sebagai salah satu destinasi wisata utama Bali. Ketika pemerintah ingin mendorong kembali kualitas pariwisata Kuta, masukan dari para tokoh yang pernah terlibat dalam proses perkembangan kawasan menjadi salah satu bahan yang perlu diperhatikan.
Rahmadi mengatakan, pihaknya tidak serta-merta menerapkan seluruh masukan yang disampaikan. Namun, berbagai kajian dan pengalaman yang dimiliki Parum Samigita akan dipelajari dan dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan. (BC5)
















