Beranda Ekonomi Krisis BBM di Bali Meluas, SPBU Diserbu Warga hingga Antrean Picu Kemacetan

Krisis BBM di Bali Meluas, SPBU Diserbu Warga hingga Antrean Picu Kemacetan

0
BBM di Bali
Antrean kendaraan meluber hingga di jalan menuju SPBU Marga, Tabanan, Selasa (13/10). (BC10)

balibercerita.com –
Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Bali sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, pada Senin (12/10) hingga Selasa (13/10), antrean kendaraan di beberapa SPBU bahkan meluber ke jalanan hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas dan persoalan lainnya. 

Antrean mencapai kondisi memprihatinkan di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Sejak pagi, sepeda motor dan mobil pribadi memadati area pengisian hingga antrean meluber ke bahu jalan sepanjang puluhan meter. Penumpukan kendaraan tersebut memperlambat arus lalu lintas di jalur penghubung Badung–Denpasar.

Di Denpasar, puluhan pengendara dilaporkan bertahan mengantre hingga 3 jam di SPBU Jalan Tukad Pakerisan, meskipun stok BBM telah habis. Sementara itu, kemacetan akibat antrean juga terjadi di kawasan Dalung dan sejumlah SPBU lainnya di Badung. Di Jembrana dan Karangasem, warga menghadapi persoalan serupa, mulai dari antrean panjang hingga kehabisan stok ketika tiba giliran mengisi bahan bakar.

Baca Juga:   Pelaku Pariwisata Uluwatu dan Labuan Sait Dapatkan Vaksinasi Booster

Kondisi serupa terjadi di Gianyar. Dari pengamatan. Antrean kendaraan di sekitar SPBU wilayah Batubulan, Celuk, hingga Sakah menyebabkan kemacetan. Petugas kepolisian tampak sibuk mengatur lalu lintas di sekitar SPBU. Bahkan, antrean juga terjadi di warung-warung yang menjual bensin eceran.

Krisis BBM di berbagai wilayah di Bali tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga menambah ketidakpastian bagi pekerja dan pengendara yang bergantung pada kendaraan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. “Saya tinggal di Denpasar. Mau kerja malah sulit cari bensin. Di mana-mana ngantre panjang. Terpaksa beli bensin ke Klungkung,” ujar salah seorang warga.

Baca Juga:   Airlangga Temui Pedagang di Pasar Rakyat Phula Kerti, Ada Apa?

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan memprioritaskan pengiriman ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Suplai juga dioptimalkan secara kontinu selama 24 jam untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU dan kondisi di lapangan. “Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Ahad.

Baca Juga:   Warga Ceningan Diduga Jatuh ke Laut Saat Mancing

Upaya pemulihan turut didukung kedatangan kapal MT Klasogun yang mengangkut pasokan Pertalite dan Biosolar. Kapal tersebut telah tiba di Fuel Terminal (FT) Sanggaran pada Selasa pagi. Produk yang dibawa ditargetkan mulai disalurkan pada siang hari untuk mendukung pemenuhan kebutuhan SPBU di Bali. (BC5)