Beranda Ekonomi Investasi KEK Sanur Tembus Rp5,34 Triliun, Serap 7.445 Tenaga Kerja

Investasi KEK Sanur Tembus Rp5,34 Triliun, Serap 7.445 Tenaga Kerja

0
KEK Sanur
KEK Sanur. (ist)

balibercerita.com – 

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur atau The Sanur terus memperkuat posisinya sebagai destinasi kesehatan dan kebugaran terintegrasi berstandar internasional. Hingga triwulan II 2026, kawasan yang dikembangkan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu tersebut mencatatkan realisasi investasi kumulatif Rp5,342 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 7.445 orang.

 

Capaian ini menjadi bagian dari pengembangan The Sanur sebagai Integrated Health & Wellness Destination yang mengintegrasikan layanan kesehatan, kebugaran, perhotelan, dan alam dalam satu kawasan. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kesehatan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata berkualitas di Bali.

 

Dari sisi investasi, realisasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp307 miliar atau 24,44 persen dari target tahunan sebesar Rp1,255 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja pada periode yang sama mencapai 2.004 orang atau 225,93 persen dari target tahunan sebanyak 887 orang. Kawasan ini juga telah dihuni 15 tenant.

Baca Juga:   Program Subsidi Kredit PMI Jembrana akan Terus Disempurnakan

 

President Director of InJourney Hospitality, Christine Hutabarat mengatakan, The Sanur dikembangkan untuk menghadirkan standar baru destinasi kesehatan terpadu di Indonesia melalui kolaborasi layanan medis, wellness, hospitality, dan budaya Bali. “The Sanur merupakan visi kami untuk menghadirkan tolok ukur baru bagi destinasi Health & Wellness terpadu di Indonesia. Kami membangun ekosistem berkelas dunia yang menyatukan layanan kesehatan, wellness, hospitality, dan budaya Bali dalam satu pengalaman yang utuh,” ujarnya, Rabu (7/10).

 

Pengembangan The Sanur dinilai strategis di tengah tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan di luar negeri. Dalam materi pengembangan kawasan disebutkan, sekitar dua juta warga Indonesia setiap tahun mencari layanan kesehatan ke mancanegara, dengan 1,5 juta diantaranya memilih Malaysia dan Singapura.

 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, The Sanur membangun ekosistem layanan yang berpusat pada Bali International Hospital. Rumah sakit bertaraf internasional ini menyediakan berbagai layanan spesialis, antara lain kardiologi, onkologi, neurologi, gastroenterologi dan hepatologi, serta ortopedi. Kapabilitasnya diperkuat dengan kehadiran ICON Cancer Centre dan Sapporo Cardio Vascular Clinic.

Baca Juga:   BRI Tawarkan KPR Bunga 1,75 Persen di BRI x REI Expo Bali 2026

 

Ekosistem kesehatan tersebut juga mencakup Alster Lake Clinic yang berfokus pada pengobatan regeneratif, terapi berbasis sel, dan layanan kesehatan untuk mendukung umur panjang. Selain itu, The Solitaire menghadirkan sejumlah klinik perawatan estetika, termasuk Banobagi, Woori, Hestia, dan Mojelim.

 

Layanan kesehatan tersebut terintegrasi dengan fasilitas akomodasi yang mendukung kenyamanan pasien dan keluarga selama menjalani perawatan maupun pemulihan. Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, dan The Meru Sanur menjadi bagian dari pilar hospitality yang menawarkan akomodasi di kawasan tepi pantai. The Sanur juga dilengkapi fasilitas konvensi dan MICE untuk mendukung penyelenggaraan pertemuan bisnis, konferensi, pameran, serta kegiatan berskala internasional.

Baca Juga:   Kerambitan Creative Space 2026 Sukses Dongkrak Ekonomi Desa

 

Sementara itu, pendekatan pemulihan berbasis alam dihadirkan melalui Ethnobotanical Garden seluas 4,9 hektare. Taman ini mengusung konsep village of healing dengan menggabungkan terapi alam, keanekaragaman hayati, dan pengetahuan tradisional mengenai tanaman herbal Indonesia.

 

Pengembangan kawasan juga berlanjut melalui rencana penambahan fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Sejumlah mitra yang masuk dalam fase pengembangan berikutnya meliputi Fontaine Vitale, JEC Eye Hospitals and Clinics, Oakwood Hotel & Residence, serta SO/ Sanur.

 

Dengan akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa, The Sanur diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi kesehatan nasional. Integrasi fasilitas medis, akomodasi, kebugaran, dan terapi berbasis alam diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam pasar wisata kesehatan global sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja di Bali. (BC5)