Extended Producer Responsibility, Upaya Erafone Menjaga Masa Depan Bumi Indonesia

0
170
Erafone
Prosesi pembuangan e-waste berupa handphone rusak dan tidak terpakai. (ist)

balibercerita.com –
Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, muncul tantangan besar yang sering luput dari perhatian berupa sampah elektronik atau e-waste. Indonesia, sama seperti banyak negara lain, terus bergulat dengan persoalan ini. Menurut laporan Global E-Waste Monitor 2024, produksi e-waste tumbuh lima kali lebih cepat dibandingkan kapasitas daur ulang dunia.

Di Indonesia sendiri, timbunan e-waste diperkirakan meningkat dari 2,1 juta ton pada 2023 menjadi 4,4 juta ton pada 2030. Kondisi ini jelas mengkhawatirkan. Limbah elektronik bukan hanya ancaman bagi lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia.

Menyadari hal tersebut, Erajaya Group melalui lini retail erafone mengambil langkah nyata dengan mengimplementasikan Extended Producer Responsibility (EPR), sebuah konsep yang menekankan tanggung jawab produsen hingga akhir siklus hidup produknya.

Baca Juga:   Lestarikan Budaya, Subak Jadi Tema Lomba Cipta Game

Group Chief of HC, GA, Litigation & CSR Erajaya Group, Jimmy Perangin Angin menjelaskan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi fondasi operasional perusahaan sekaligus bentuk tanggung jawab jangka panjang terhadap bumi.

“Implementasi EPR yang kami terapkan adalah dengan langkah sederhana yaitu menyiapkan dropbox di toko-toko erafone. Konsumen bisa membawa perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai ke dropbox erafone Jaga Bumi. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam konferensi pers Harmoni Bumi Bebas E-Waste di Denpasar, Kamis (18/9).

Baca Juga:   Bali Siap Gelar Asian Senior Fencing Championship 2025

Sejak dijalankan, program erafone Jaga Bumi telah berhasil mengumpulkan 2.255 unit e-waste. Secara lingkungan, capaian ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 161.700 kg CO₂, penghematan energi sekitar 301.261 kWh, dan pengurangan kebutuhan lahan TPA/landfill seluas 10 m². Angka-angka itu membuktikan bahwa langkah kecil konsumen, jika difasilitasi dengan baik, mampu memberikan dampak signifikan dan terukur.

Head of Corporate and Marketing Communication Erajaya Group, Stephen Warouw, menambahkan bahwa kampanye ini akan terus dilanjutkan pada tahun depan, bahkan diperluas ke lebih banyak kota di Indonesia. “Respon masyarakat sangat positif. Lebih dari 2.000 e-waste sudah terkumpul, setara dengan penghematan energi sekitar 300 ribu kWh. Tentunya program ini akan kami lanjutkan, tidak hanya di Jakarta atau Bali, tapi juga ke kota-kota lain,” jelasnya.

Baca Juga:   Pertama Kali ke Pulau Dewata, Lucas Leiva Takjub dengan Fanatisme Big Reds Bali

Menurut Stephen, erafone juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar gerakan ini semakin luas dampaknya. Bagi Erajaya Group, menjaga lingkungan bukan sekadar kampanye, tetapi bagian dari tanggung jawab membangun masa depan bumi Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini