Drama Gong Duta Badung Tampil Menawan di PKB ke-47

0
259
Drama gong
Drama gong yang ditampilkan duta Badung, Minggu (22/6). (ist)

Denpasar, balibercerita.com –
Duta Kabupaten Badung menampilkan drama gong tradisi pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025, di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (22/6). Lakon berjudul “Kadga Maya” dipentaskan oleh Sekaa Drama Gong Sentananing Samudra dari Sanggar Seni Harsa Wirasana, Banjar Jabejero, Desa Adat Kuta, Kecamatan Kuta.

Pementasan yang berlangsung megah ini menggambarkan sebuah narasi heroik yang mengangkat isu identitas, politik kerajaan, cinta, dan pengorbanan. Mengambil latar fiktif di Pedukuhan Pandan Singid dan Kerajaan Candra Negari, cerita berpusat pada tokoh I Made Ripta, seorang pemuda pemburu yang tanpa sengaja memanah seorang putri raja saat berburu di hutan. Peristiwa ini kemudian menguak masa lalu yang tersembunyi, Made Ripta ternyata adalah Raden Semara Putra, putra mahkota dari Kerajaan Surya Negara yang hancur akibat penolakan tunduk pada Kerajaan Cakra Negara.

Baca Juga:   Kapal Cepat Rute Denpasar–Banyuwangi Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya Tiga Jam

Drama berlanjut saat konflik batin dan politik melingkupi Istana Candra Negari yang hendak menikahkan putrinya atas tekanan kerajaan atasan. Namun, kekuatan batin dan kejujuran hati sang tokoh utama mampu mengubah arah sejarah. Melalui pusaka sakti bernama Kadga Maya, serta campur tangan tokoh spiritual seperti Hyang Berawi dan Dukuh Kawi, jati diri Made Ripta terungkap, dan ia akhirnya dipersatukan dengan sang putri raja, Dyah Praba Suari.

Baca Juga:   Pameran Tunggal Beluluk, Usung Tema "Pakedek, Pakenyem, Pawisik"

Lakon ini ditulis dan disutradarai oleh Drs. I Gusti Lanang Subamia, M.MPd., yang juga menjadi pembina utama dalam produksi. Di bawah koordinasi I Wayan Eka Adnyana, S.Tr.Par, M.Tr.Par, serta dukungan kuat dari Dinas Kebudayaan Badung, pertunjukan ini tampil memikat dengan sentuhan artistik yang kuat, baik dari segi garapan musik tradisional, tata busana, hingga interpretasi peran.

Sutradara Subamia menjelaskan bahwa pemilihan lakon “Kadga Maya” bertujuan untuk menghadirkan narasi yang tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga menumbuhkan kesadaran historis dan nilai-nilai kepemimpinan yang adil dan berbudi. “Drama gong bukan sekadar hiburan, tetapi ruang kontemplatif yang menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dan kebangsawanan Bali,” ujarnya.

Baca Juga:   Tiga Pekerja Proyek Tertimbun Longsor di Ungasan, Dua Meninggal Dunia

Sementara, I Wayan Eka Adnyana selaku koordinator drama gong menjelaskan, drama gong duta Bandung terdiri dari 16 penari dan 26 penabuh. “Proses latihan berjalan selama 3,5 bulan yang dibina oleh Tuaji Lanang Sumbamia dan Pak I Wayan Warsa sebagai pembina drama,” paparnya.

Penataan musik oleh I Nyoman Tri Sugiantara dan I Gede Suparka, S.Sn., serta tata rias dan kostum dari Windekoleh Fashion dan Kicuk Collection, turut memberi dimensi estetis yang memperkaya pengalaman menonton. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini