balibercerita.com –
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung meminta pelaku industri pariwisata mengantisipasi kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini. Upaya tersebut dinilai penting agar aktivitas wisata tetap berjalan lancar dan kualitas pelayanan kepada wisatawan tidak menurun.
Kepala Dispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung mengatakan, pelaku usaha perlu menyiapkan sejumlah langkah penyesuaian untuk mengurangi dampak keterbatasan BBM terhadap operasional pariwisata. Hal ini sekaligus untuk menjaga kepercayaan wisatawan terhadap Badung sebagai salah satu destinasi wisata.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan efisiensi operasional, terutama dalam mengatur mobilitas wisatawan. Pelaku usaha dapat menyesuaikan rute perjalanan, menggabungkan penjemputan tamu, serta menyediakan pilihan transportasi alternatif sesuai kebutuhan. “Pelaku industri pariwisata diharapkan melakukan langkah antisipatif dan tetap memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan,” ujarnya, Jumat (16/10).
Selain penyesuaian operasional, komunikasi yang jelas dengan wisatawan juga menjadi perhatian. Pelaku usaha diharapkan menyampaikan informasi mengenai kondisi perjalanan sejak awal agar wisatawan dapat memahami situasi dan menyesuaikan agenda mereka.
Putri Mas Agung pun mengingatkan pentingnya memastikan informasi terkait pasokan BBM bersumber dari kanal resmi dan disampaikan secara akurat. Dengan demikian, informasi yang belum terverifikasi tidak memicu kekhawatiran berlebihan di kalangan wisatawan.
Sementara itu, pemerintah terus melakukan koordinasi dan penanganan sesuai kewenangan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM. Upaya ini diharapkan dapat menekan dampak yang dirasakan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pariwisata.
Putri Mas Agung juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pariwisata tetap tenang dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, kerja sama berbagai pihak diperlukan agar pelayanan kepada wisatawan tetap terjaga di tengah kendala yang terjadi. (BC9)


















