Ketua WHDI Badung Apresiasi Semangat Generasi Muda Selenggarakan Tunjung Mekar Art Festival I

0
328
WHDI Badung
Ketua WHDI Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta menghadiri sekaligus membuka Tunjung Mekar Art Festival I Banjar Peliatan Kerobokan, di SD Negeri 2 Kerobokan, Minggu (3/8). (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta hadir sekaligus meresmikan gelaran perdana Tunjung Mekar Art Festival I Banjar Peliatan, Kerobokan. Acara yang berlangsung di halaman SD Negeri 2 Kerobokan, Kuta Utara, Badung, pada Minggu (3/8), mengusung tema Padma Prakarsa Giri, yang mengandung makna sebagai simbol inisiatif suci yang tumbuh kuat layaknya gunung.

Pembukaan festival ditandai pemukulan gong, yang turut disaksikan oleh berbagai elemen masyarakat. Warga antusias memeriahkan acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Ny. Yunita Alit Sucipta juga meninjau langsung dua kegiatan utama, yakni lomba canang sari dan lomba ogoh-ogoh mini. Ia pun memberikan dukungan berupa dana sebesar Rp5 juta untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan festival.

Baca Juga:   Sekda Badung Buka Taman Ayun Barong Festival Superstar 2025

Ny. Yunita Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada sekaa teruna ST Tunjung Mekar atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya Bali. Ia menegaskan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tersebut.

“Perlu kita ketahui bersama, lomba ogoh-ogoh ini menggambarkan bhuta kala dan juga sifat negatif dalam diri manusia yang harus dihilangkan. Selain itu, ogoh-ogoh mempunyai makna penting mengingatkan kita untuk mengendalikan sifat-sifat buruk yang ada dalam diri. Sebagai generasi muda, ikut serta dalam menjaga dan melestarikan seni adat tradisi dan budaya Bali serta menanamkan sifat atau rasa kekeluargaan gotong royong dari usia dini,” ujar Yunita yang juga Sekretaris I TP PKK Badung.

Baca Juga:   Dampak Positif Bansos Jelang Hari Raya: Dibandingkan 2024, Inflasi Badung Melandai di Tahun 2025

Sementara itu, ketua panitia, I Nyoman Jayadi Aptara menjelaskan bahwa festival ini digelar tidak hanya sebagai bagian dari perayaan HUT ke-54 ST Tunjung Mekar, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat eksistensi seni ogoh-ogoh di kalangan generasi muda.

Baca Juga:   Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya di Pura Ulun Danu lan Belong Sesetan

“Kegiatan festival hari ini, khususnya lomba ogoh-ogoh, diikuti peserta dari seluruh Badung serta lomba canang sari pesertanya se-Desa Adat Kerobokan dengan merebutkan hadiah berupa plakat dan uang tunai. Saya berharap melalui kegiatan perlombaan ini agar dapat mendukung perkembangan dan kreativitas generasi muda khususnya serta dapat menjadi ajang promosi pariwisata dan daya tarik budaya Bali,” ungkapnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini