Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya: Enam Meninggal Dunia, 30 Masih dalam Pencarian

0
258
KMP Tunu Pratama Jaya
Petugas saat memeriksa kondisi jenazah korban. (ist)

Negara, balibercerita.com —
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu malam (2/7). Peristiwa tragis ini menimbulkan duka mendalam. Hingga Kamis (3/7) pukul 19.40 Wita, data sementara mencatat 6 orang meninggal dunia, 29 orang selamat, dan 30 orang lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa proses pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung melibatkan puluhan unsur SAR gabungan dari berbagai instansi.

Menurut laporan resmi Basarnas, KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, pada pukul 22.56 WIB dengan total manifest 65 orang yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta membawa 22 kendaraan.

Baca Juga:   Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Badung

Pukul 23.20 WIB, kapal mengirim sinyal marabahaya (distress call) kepada KSOP Tanjungwangi. Hanya 15 menit kemudian, pukul 23.35 WIB kapal dinyatakan tenggelam. Informasi tersebut langsung diteruskan kepada Kantor SAR Surabaya yang segera melakukan siaran elektronik ke kapal-kapal di sekitar lokasi untuk melakukan bantuan di bawah kendali SAR Mission Coordinator (SMC).

Tim SAR dari Pos SAR Banyuwangi langsung bergerak pada pukul 23.50 WIB dengan rigid inflatable boat (RIB) dan rigid buoyancy boat (RBB). Dukungan tambahan datang dari Pos SAR Jembrana yang tiba di lokasi sekitar pukul 00.55 WIB. Pada pukul 05.30 WIB, dua kapal besar KN SAR Permadi dari Kantor SAR Surabaya dan KN SAR Arjuna dari Kantor SAR Denpasar dikerahkan ke lokasi tenggelamnya kapal.

Total alutsista dan personel yang terlibat mencakup kapal SAR yaitu KN SAR Permadi dari Kansar Surabaya dan KN SAR Arjuna dari Kansar Denpasar, Kapal pendukung yaitu RIB 03 dan RBB Banyuwangi, RIB 01 Jembrana, Kapal dari KSOP Tanjungwangi yaitu KN 5200 dan KN 5209, Kapal patroli dan bantuan lainnya dari TNI AL yaitu Sembulungan dan Patkamla Payaman, TB Joyoboyo dari Pelindo. Dukungan dari KMP Tunu Pratama Jaya 5888 dan 3888.

Baca Juga:   Kelurahan Pemecutan Tanami Lahan Kosong Eks Pasar Loak

SAR gabungan terdiri dari unsur Basarnas (Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana), TNI AL, Polairud, Satbrimob, KSOP, KPLP, BPBD, BMKG, Tagana, Potensi SAR lokal dan nasional, Instansi Pelabuhan dan Operator ASDP di Ketapang dan Gilimanuk maupun nelayan lokal. Basarnas juga mengerahkan helikopter Dauphin AS365 HR-3606 untuk observasi udara dan evakuasi, serta 13 personel Basarnas Special Group (BSG) yang memiliki kualifikasi khusus dalam penyelamatan bawah air (underwater rescue).

Baca Juga:   Tertimpa Pohon di DTW Alas Pala Sangeh, Satu Pemandu Wisata Tewas dan Satu Pegawai Luka Berat

Menurut laporan BMKG dan observasi tim di lapangan, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dengan gelombang laut mencapai 2 hingga 2,5 meter dan angin serta arus laut yang kuat. Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi dan hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan melalui kanal resmi Basarnas dan SMC. Identitas korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh tim lapangan, bekerja sama dengan DVI Polri, syahbandar, dan instansi terkait.

Basarnas menegaskan komitmennya untuk melanjutkan operasi SAR seoptimal mungkin dengan dukungan penuh dari seluruh potensi SAR nasional. “Mohon doa dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar dan aman,” harapnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini