Beranda Budaya Taman Ayun Barong Festival Masuk 125 Event KEN 2026

Taman Ayun Barong Festival Masuk 125 Event KEN 2026

0
Taman Ayun Barong Festival
Taman Ayun Barong Festival Regeneration dan Superstar Tahun 2026. (ist)

balibercerita.com –
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung terus berupaya memperluas daya tarik pariwisata hingga ke wilayah Badung Tengah dan Utara. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Taman Ayun Barong Festival Regeneration dan Superstar Tahun 2026 yang masuk dalam 125 event terpilih Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 6-7 November 2026, di kawasan DTW Pura Taman Ayun, Mengwi, ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi wisata budaya sekaligus mendorong pemerataan kunjungan wisatawan di Kabupaten Badung. “Ini merupakan kegiatan yang ke-9, yang sudah kita lakukan dari tahun 2016. Sebelumnya kegiatan ini diinisiasi oleh DTW Taman Ayun sendiri bekerja sama dengan Pangelingsir Puri Mengwi. Namun, di tahun ini kegiatan sudah dilaksanakan oleh kami dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata melalui Karisma Event Nusantara (KEN),” ujar Kepala Dispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, Sabtu (7/11).

Ia menjelaskan, terpilihnya festival tersebut dalam 125 event KEN 2026 menjadi peluang untuk meningkatkan promosi destinasi wisata budaya di Kabupaten Badung. “Melalui penyelenggaraan event berskala nasional, kami berharap semakin banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi kawasan Taman Ayun dan destinasi wisata lainnya di wilayah Badung tengah dan utara,” katanya.

Baca Juga:   Tradisi Unik Desa Adat Pangi, Ida Sesuhunan Macecingak Saat Digelar Nangluk Merana

Menurutnya, pengembangan pariwisata Badung tidak hanya berfokus pada kawasan selatan yang selama ini dikenal sebagai pusat akomodasi dan aktivitas wisata. Dispar Badung juga berupaya mengoptimalkan potensi wilayah tengah dan utara melalui penyelenggaraan berbagai event serta pengembangan desa wisata.

Selain pertunjukan seni barong, penyelenggaraan tahun ini juga melibatkan pelaku UMKM serta menghadirkan exhibition. Sejumlah konsul jenderal dari negara sahabat, diantaranya Australia, Rusia, Tiongkok, dan India, turut diundang untuk menyaksikan festival tersebut.

Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat memperluas promosi pariwisata Badung, termasuk menjangkau pasar wisatawan mancanegara. Putri Mas Agung menyebut pihaknya juga berencana mengembangkan festival dengan skala lebih besar pada tahun mendatang, termasuk menghadirkan workshop budaya yang melibatkan wisatawan secara langsung.

Masuknya Taman Ayun Barong Festival dalam program KEN 2026 mendapat apresiasi dari Tim Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Theresia Ria. Ia menilai festival tersebut memiliki daya tarik karena mengangkat kekayaan budaya Bali yang menjadi salah satu keunggulan pariwisata Indonesia.

“Saya mengucapkan apresiasi kepada penyelenggara Taman Ayun Barong Festival karena tahun ini telah masuk ke salah satu program Kementerian Pariwisata, yaitu Karisma Event Nusantara (KEN). Untuk festivalnya sendiri sangat menarik karena festival ini mengangkat budaya Bali yang kita banggakan,” ungkapnya.

Baca Juga:   Di Tengah Gejolak Global, BBTF 2026 Raup Potensi Transaksi Rp6,9 Triliun

Ia berharap penyelenggaraan festival ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. “Kementerian Pariwisata berharap festival ini dapat menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” tambah Theresia.

Di balik upaya pengembangan pariwisata, Taman Ayun Barong Festival juga membawa misi pelestarian warisan budaya Bali. Ida Cokorda Mengwi XIII mengatakan, festival ini menjadi wadah untuk menjaga keberlangsungan seni pertunjukan Barong sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas.

Pura Taman Ayun dan seni Barong memiliki nilai penting sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga. Melalui festival ini, kedua unsur budaya tersebut dihadirkan dalam satu kegiatan yang memperlihatkan komitmen masyarakat dalam melestarikan tradisi leluhur.

“Barong itu sudah masuk di dalam Warisan Budaya Dunia dan Taman Ayun sendiri juga masuk dalam Warisan Budaya Dunia. Jadi, dua Warisan Budaya Dunia itu menjadi satu, berkolaborasi sekarang untuk menunjukkan bagaimana tekad kita untuk melestarikan budaya,” jelas Ida Cokorda Mengwi XIII.

Baca Juga:   Ubud: Harmoni Alam, Budaya, dan Kemewahan dalam Satu Destinasi

Festival tahun ini menghadirkan dua kategori pertunjukan, yakni regeneration dan superstar. Kategori regeneration melibatkan anak-anak tingkat SD dan SMP sebagai upaya menyiapkan generasi penerus seni pertunjukan barong. Para peserta menampilkan barong buntut di Wantilan Pura Taman Ayun, dengan penari dan penabuh kendang yang juga berasal dari kalangan anak-anak.

Sementara itu, kategori superstar diikuti peserta yang telah memiliki prestasi dalam berbagai kompetisi, dengan persyaratan minimal tiga kali meraih juara. Berbeda dengan kategori regeneration, dalam kategori ini penari barong dan penabuh kendang dipertemukan secara acak sehingga masing-masing harus menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Jadi pesertanya diacak atau tarung bebas. Masing-masing mencari nilai sendiri dan ini tingkat kesulitannya sangat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pementasan barong sesuai dengan pakem-pakem yang ada, karena akan dinilai oleh juri-juri yang amat profesional,” katanya.

Ida Cokorda Mengwi XIII juga mengapresiasi dukungan Pemkab Badung terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata yang memperkenalkan tradisi Bali kepada pengunjung. Kehadiran para konsul jenderal dari negara sahabat juga dinilai menjadi peluang untuk memperluas promosi festival ke tingkat internasional. (adv)