
balibercerita.com –
Potensi pasang maksimum air laut perlu diwaspadai masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Bali pada 9–18 Oktober 2026. Fenomena fase bulan baru pada 10 Oktober 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho menyebutkan, potensi pasang maksimum tersebut mencakup pesisir selatan Kabupaten Jembrana, pesisir selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, serta pesisir selatan Kabupaten Klungkung. “Informasi itu sudah kami sampaikan melalui peringatan dini BMKG Wilayah III,” ucapnya.
Waktu terjadinya pasang maksimum dapat berbeda di setiap wilayah, baik dari segi hari maupun jam. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat, aktivitas di permukiman pesisir, tambak garam, serta perikanan darat. “Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir kami imbau untuk tetap waspada dan bersiaga selama periode tersebut,” jelasnya.
Pemantauan informasi cuaca maritim juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak pasang maksimum terhadap aktivitas sehari-hari. BMKG Wilayah III mengingatkan masyarakat agar terus memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim, mengingat waktu dan potensi dampak pasang maksimum dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. (BC5)















