Beranda Budaya Hadiri Karya di Pura Hulundanu Batur, Menpar Apresiasi Ketulusan Masyarakat Songan

Hadiri Karya di Pura Hulundanu Batur, Menpar Apresiasi Ketulusan Masyarakat Songan

0
Menpar
Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan. (ist)

balibercerita.com –

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana hadir dalam rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Selasa (6/10). Kehadirannya disambut Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta beserta jajaran tokoh adat dan masyarakat Desa Adat Songan. 

 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap pelaksanaan tradisi keagamaan sekaligus upaya masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan lingkungan di kawasan Batur. Setelah tiba di kawasan pura, Widiyanti meninjau pelaksanaan upacara yang berlangsung di areal utama mandala Pura Hulundanu Batur. Ia juga turut menandatangani naskah pangeling-eling sebagai bagian dari kunjungannya ke pura yang berada di kawasan hulu Danau Batur tersebut.

Baca Juga:   Puncak Karya Atma Wedana di Puri Agung Pemecutan

 

Widiyanti mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Adat Songan dalam mempertahankan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Menurutnya, pelaksanaan karya yang digelar setiap 10 tahun sekali tersebut menunjukkan besarnya komitmen masyarakat dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan.

 

Mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, Menpar menilai Karya Tawur Agung Manca Wali Krama tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memperlihatkan kuatnya persatuan masyarakat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. Ia menyebut, pelestarian upacara tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga keseimbangan alam, khususnya kawasan Danau Batur yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga:   Puluhan Ogoh-ogoh dan Tapel Dipamerkan di GWK

 

Lebih lanjut, Widiyanti mengatakan, nilai yang tercermin dalam pelaksanaan Tawur Agung Manca Wali Krama selaras dengan agenda pemerintah untuk mempertahankan kekayaan budaya, warisan geologi, serta keanekaragaman hayati di kawasan Batur. Kawasan Batur sendiri telah mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark sejak 2012. Status tersebut semakin memperkuat pentingnya menjaga hubungan antara keberlangsungan tradisi masyarakat dengan kelestarian lingkungan dan potensi pariwisata di kawasan tersebut.

Baca Juga:   Sekaa Gong Ejo Bang Hadirkan Napak Pertiwi di PKB 2025

 

Dalam konteks pariwisata, Kementerian Pariwisata berkomitmen mendorong pengembangan destinasi yang bertumpu pada kekayaan budaya dan tetap memperhatikan keberlanjutan. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal. 

 

Setelah mengikuti dan meninjau rangkaian pelaksanaan karya di Pura Hulundanu Batur, Widiyanti bersama rombongan kemudian melanjutkan agenda kunjungan ke Pura Segara. Pura tersebut berada di sisi utara Danau Batur, masih dalam wilayah Desa Adat Songan. (BC13)