balibercerita.com –
Gelaran Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII Tahun 2026 dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tuan rumah, secara resmi menelurkan rumusan strategis nasional yang diberi nama Rekomendasi Bali. Dokumen ini menegaskan mandat utama transformasi pendidikan nasional untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, sekaligus memastikan lembaga pendidikan tinggi kependidikan mampu melahirkan dan mendampingi sosok guru yang kompeten, berintegritas, adaptif, terlindungi, dipercaya, serta layak diteladani.
Langkah strategis ini ditandai dengan penyerahan dokumen secara langsung oleh Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia yang juga Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., kepada Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia periode 2024–2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T.
Momen penting tersebut berlangsung dalam acara penutupan Konaspi di Badung pada Sabtu (3/10), dengan harapan seluruh poin yang dirumuskan dapat segera ditindaklanjuti serta dikawal oleh pemerintah demi mewujudkan cita-cita transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
Naskah rekomendasi yang telah ditandatangani oleh 12 Rektor LPTKNI ini merupakan sintesis pemikiran mendalam dari hasil kolaborasi konvensi dan rangkaian diskusi kelompok terarah. Di dalamnya merangkum sedikitnya 12 poin rekomendasi komprehensif yang bergerak dari peneguhan filosofi pendidikan berbasis Pancasila dan Ki Hadjar Dewantara, penguatan karakter melalui Tri Pusat Pendidikan, hingga peluncuran Gerakan Nasional Foundational Learning yang mengintegrasikan literasi, numerasi, sains, STEM, dan berpikir komputasional melalui pendekatan pembelajaran mendalam.
Pada sektor keguruan dan kelembagaan, Rekomendasi Bali menekankan penyusunan Peta Jalan Nasional Peningkatan Hasil PISA menuju 2045, revitalisasi LPTK sebagai transformator ekosistem pendidikan, serta reformasi Pendidikan Profesi Guru yang membedakan pendekatan antara PPG Guru Tertentu dan PPG Calon Guru. Reformasi ini juga mendorong pembangunan sistem pengembangan profesi dan kesejahteraan guru sepanjang hayat, perbaikan kurikulum sekolah yang adaptif, transformasi kurikulum pendidikan tinggi berbasis outcome-based education, hingga akselerasi teknologi digital dan human-centred AI yang etis.
Seluruh poin strategis tersebut kemudian dikonsolidasikan ke dalam empat agenda prioritas yang dituangkan dalam Piagam Bali agar mendapat perhatian dan menjamin keberlanjutan kebijakan secara nasional. Empat agenda prioritas itu berfokus pada penguatan karakter bangsa dan filosofi pendidikan Indonesia, peningkatan literasi, numerasi, dan sains, penguatan LPTK dan reformasi PPG, serta penekanan pada transformasi pendidikan yang berbasis etis, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebagai pilar utama penopang seluruh agenda perubahan tersebut, Konaspi XII di Undiksha juga mendorong penyempurnaan RUU Sisdiknas secara tegas agar selaras dengan agenda transformasi pendidikan nasional. Langkah ini diambil untuk menjamin pendidikan sebagai layanan publik yang inklusif, berkeadilan, bermutu, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan penguatan nyata bagi profesi guru, LPTK, dan tata kelola pendidikan nasional secara menyeluruh. (BC18)
















