Beranda Budaya Boga Bali Living Museum Resmi Diluncurkan, Dua Pohon Jati Kembar Cinta Jadi...

Boga Bali Living Museum Resmi Diluncurkan, Dua Pohon Jati Kembar Cinta Jadi Simbol Harmoni Budaya dan Alam

0
Boga Bali Living Museum
Dua Pohon Jati Kembar Cinta yang dibawa dua lansia. (ist)

balibercerita.com –
Pelestarian budaya dan lingkungan berpadu dalam momen soft launching Boga Bali Living Museum, sebuah ruang edukasi yang mengangkat kekayaan gastronomi Bali sebagai warisan budaya hidup. Pada kesempatan tersebut, Yayasan Jati Nusa Lestari menyerahkan dua bibit pohon jati yang kemudian diberi nama oleh Pekak Tekor sebagai “Dua Pohon Jati Kembar Cinta”, simbol hubungan erat antara budaya, alam, dan keberlanjutan.

Soft launching yang dilaksanakan, Rabu (8/7), dihadiri akademisi sosiologi kuliner Inez Baranov Couteau, tokoh budaya, pelaku pariwisata, komunitas, akademisi, serta berbagai mitra ini menjadi penanda lahirnya sebuah destinasi edukasi yang tidak hanya memperkenalkan kuliner Bali, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang menyertainya.

Boga Bali Living Museum hadir dengan konsep “Karsa, Budaya, Daya, Rasa, dan Cipta”, yang mengajak pengunjung menyelami perjalanan gastronomi Bali melalui pengalaman interaktif. Pengunjung dapat mengenal filosofi basa genep, tradisi magibung, mengikuti kelas memasak, hingga memahami keterkaitan antara pangan, budaya, dan kehidupan masyarakat Bali.

Baca Juga:   Organisasi Wanita di Badung Mareresik di Pura Pucak Entapsai Bon

Penyelenggara Boga Bali Living Museum, Ida Ayu Agung Ekastuti menjelaskan bahwa museum ini dirancang sebagai ruang yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan melalui warisan kuliner Bali. “Boga Bali Living Museum bukan hanya tempat untuk mengenal kuliner Bali, tetapi ruang yang menghubungkan manusia dengan sejarah, tradisi, alam, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Suasana peluncuran semakin bermakna ketika dilakukan penanaman simbolis dua bibit pohon jati di area museum. Bagi Yayasan Jati Nusa Lestari, pohon jati memiliki makna lebih dari sekadar tanaman, melainkan simbol ketahanan, keberlanjutan, dan warisan bagi generasi mendatang.

Baca Juga:   Dampak Positif Bansos Jelang Hari Raya: Dibandingkan 2024, Inflasi Badung Melandai di Tahun 2025

Nama “Dua Pohon Jati Kembar Cinta” yang diberikan oleh Pekak Tekor menyimpan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kelestarian lingkungan. Tradisi kuliner, pertanian, hutan, dan alam dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menopang kehidupan masyarakat Bali.

Perwakilan Yayasan Jati Nusa Lestari, Nugrati Tria Rusmala menegaskan bahwa menjaga budaya tidak bisa dilepaskan dari upaya merawat lingkungan sebagai sumber kehidupan. “Budaya tidak dapat dipisahkan dari alam. Menanam pohon berarti menjaga sumber kehidupan yang melahirkan tradisi dan identitas masyarakat. Kami berharap Dua Pohon Jati Kembar Cinta menjadi simbol bahwa pelestarian budaya dan pelestarian lingkungan harus terus berjalan bersama,” katanya.

Baca Juga:   Giri Prasta Serahkan Bantuan Dana Kepada 584 Sekaa Teruna dan Yowana Se-Kabupaten Badung

Kolaborasi antara Boga Bali Living Museum dan Yayasan Jati Nusa Lestari menjadi contoh bahwa upaya melestarikan warisan tidak hanya dilakukan melalui dokumentasi, penelitian, atau pameran budaya, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Dua bibit jati yang ditanam pada momentum peluncuran ini diharapkan tumbuh menjadi saksi perjalanan Boga Bali Living Museum sekaligus pengingat bahwa setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi kehidupan dan warisan berharga bagi generasi masa depan. (BC5)