balibercerita.com –
Upaya mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat terus dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Salah satunya melalui partisipasi dalam Bazaar Pelayanan Publik Tahun 2026 yang digelar Kejaksaan Tinggi Bali di area parkir Pasar Seni Kuta pada Sabtu (4/7).
Partisipasi dalam bazaar tersebut merupakan bagian dari program Pasporia (Paspor Minggu Ceria), inovasi Direktorat Jenderal Imigrasi yang menghadirkan layanan paspor dengan konsep lebih santai, ramah, dan mudah dijangkau masyarakat pada akhir pekan.
Program ini kerap digelar melalui berbagai kegiatan publik seperti bazaar pelayanan maupun car free day. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi, mulai dari permohonan Paspor Republik Indonesia hingga layanan Izin Tinggal Keimigrasian.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah permohonan yang dilayani. Tercatat sebanyak 29 permohonan paspor dan dua permohonan izin tinggal keimigrasian berhasil diproses selama kegiatan berlangsung. Seluruh tahapan pelayanan, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga proses administrasi lainnya, dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.
Petugas Imigrasi Ngurah Rai juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai layanan dan kebijakan keimigrasian. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan layanan secara tepat sesuai ketentuan.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan mengatakan bahwa kehadiran layanan keimigrasian di tengah aktivitas masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah diakses.
“Melalui program Pasporia, kami ingin menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih dekat, mudah diakses, dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi masyarakat. Partisipasi dalam Bazaar Pelayanan Publik ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima, sekaligus memperluas edukasi keimigrasian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bugie, kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat dan mudah dijangkau terus meningkat. Karena itu, Imigrasi Ngurah Rai akan terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan konsep jemput bola seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan layanan, tetapi juga akses informasi keimigrasian secara langsung dari petugas yang berwenang. (BC5)

















