Bupati Pimpin HLM Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha, Galungan, dan Kuningan

0
7
Pengendalian inflasi
Bupati Adi Arnawa memimpin rapat HLM terkait upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan, di ruang rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (19/5). (ist)

balibercerita.com –
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda Badung, IB Surya Suamba memimpin high level meeting (HLM) terkait upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan Iduladha, Galungan, dan Kuningan.

HLM yang berlangsung di ruang rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (19/5), diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Made Agus Aryawan, Asisten Administrasi Umum, I Wayan Wijana beserta pimpinan perangkat daerah terkait, Direktur Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Badan Pusat Statistik Badung, tim perumus kebijakan, serta dosen Fakultas Pertanian Unud, I Ketut Satriawan.

Dalam rapat tersebut, bupati juga menyaksikan penandatanganan kerja sama perluasan akses produk-produk pertanian antara Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dengan PT Brilliant Ecommerce Berjaya.

Baca Juga:   Disdikpora Badung Ajak Generasi Muda Melek Bisnis Lewat Pelatihan Wirausaha Pemula 2026

Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, momentum Iduladha serta Galungan dan Kuningan biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan. Untuk itu, perlu langkah antisipatif dan sinergi lintas sektor sehingga dapat memastikan ketersediaan pangan, distribusi, kestabilan harga tetap terjaga dan dapat menekan laju inflasi.

“Kepada instansi teknis bersama TPID agar terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok, penguatan kerja sama antardaerah, serta pengawasan distribusi pangan juga harus terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan barang,” jelasnya.

Baca Juga:   Kartini Muda di Tabanan Pilih Bertani, Kembangkan Usaha dengan Sentuhan Digital BRImo

Selain itu, ia menekankan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan diperlukan langkah konkret dalam menjaga alih fungsi lahan pertanian dan menjadikan petani sejahtera. Berbicara ketahanan pangan, pemerintah harus dapat memastikan produksi pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih sektor pariwisata di Badung.

Untuk itu, perlu dilakukan pemetaan lahan persawahan produktif sehingga dapat mengetahui hasil produksi dan disandingkan dengan kebutuhan. “Dinas pertanian dan pangan agar melakukan pemetaan berapa luas lahan produksi, berapa produksinya per tahun disandingkan dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata. Kalau belum terpenuhi, dapat melakukan kerja sama antardaerah,” jelasnya.

Baca Juga:   Layanan Shuttle Selama IBTK Besakih, Mudahkan Pamedek dan Berdayakan Warga Lokal

Mengenai pascapanen, perumda pasar dan pangan bertindak sebagai pembeli dan penjamin pasar (offtaker) juga diharapkan dapat menyerap langsung hasil panen petani lokal serta melakukan kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan stok pangan. “Upaya ini dapat memotong rantai distribusi yang panjang, memastikan harga beli yang adil bagi petani, sekaligus mengendalikan inflasi dan ketersediaan stok di tingkat konsumen,” terangnya. (adv)