balibercerita.com –
Gelaran kuliner Ubud Food Festival (UFF) resmi akan kembali dilaksanakan pada 28-31 Mei 2026. Memasuki tahun ke-11, festival kali ini mengusung tema krusial, “Farmers: Guardians of Land and Sea” (Petani: Penjaga Darat dan Laut).
Dalam konferensi pers yang digelar di Sanur, Rabu (13/5), Founder sekaligus Director UFF, Janet DeNeefe menjelaskan bahwa tema tahun ini merupakan bentuk penghormatan bagi para petani, nelayan, dan produsen pangan. Menurutnya, mereka bukan sekadar pemasok bahan baku, melainkan tokoh utama yang menjaga keberlanjutan ekosistem kuliner Indonesia.
”Kami menghadirkan para chef, petani, dan pemikir untuk menciptakan lebih dari sekadar festival. Ini adalah perayaan seluruh ekosistem pangan dan pengingat akan tanggung jawab kita bersama dalam menjaga tradisi serta masa depan kuliner dunia,” ujar Janet.
Edisi 2026 dipastikan tampil lebih megah dengan kehadiran deretan chef kelas dunia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Chef Syrco Bakker, peraih dua bintang Michelin yang kini menetap di Ubud. Tak hanya itu, festival ini juga akan menghadirkan Chef Kate Reid, pendiri Lune Croissanterie asal Australia yang juga mantan ahli aerodinamika Formula 1. Kate dijadwalkan akan menjadi juri untuk menobatkan Best Croissant in Bali 2026.
Dari kancah nasional, nama-nama besar seperti Renatta Moeloek, Chef Kieran Morland (Luma Bali), dan Chef Fernando Sindu (Union Group) juga siap memeriahkan kolaborasi dapur di berbagai lokasi ikonik di Ubud.
Ketua Yayasan Muda Swari Saraswati, I Ketut Suardana menambahkan, pemilihan lokasi di Ubud sangat relevan dengan sejarah wilayah tersebut yang telah mendunia sejak Expo Paris 1931. ”Nama Ubud sudah bergaung ke internasional jauh sebelum kemerdekaan. Kekayaan kuliner kita adalah bagian tak terpisahkan dari daya tarik Ubud yang terus diincar dunia,” kata Suardana.
Selama empat hari, pusat kegiatan akan dipusatkan di Taman Kuliner, Ubud. Pengunjung dapat menikmati beragam program menarik, mulai dari demo memasak, masterclass interaktif, tur kuliner, hingga diskusi mengenai keberlanjutan pangan. Area Food Market juga akan tetap terbuka secara gratis bagi masyarakat umum yang ingin mencicipi produk artisan dan kuliner pilihan.
Sebagai catatan, popularitas UFF terus meroket dari tahun ke tahun. Pada pelaksanaan 2025 lalu, festival ini sukses menarik lebih dari 18.000 pengunjung dan melibatkan 160 pelaku industri kuliner dari seluruh penjuru Indonesia. Tahun ini, dengan kehadiran barisan chef internasional dan tema yang mendalam, UFF diharapkan mampu melampaui rekor kunjungan sebelumnya sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi gastronomi dunia. (BC18)


















