Jakarta, balibercerita.com –
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menggelar Dharma Santi Nasional yang puncaknya berlangsung pada 10 April 2022 di aula gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta. Rangkaian acara dimulai dengan vaksinasi booster massal untuk umum, di Pura Kertajaya Tangerang, Minggu (20/3).
Berikutnya adalah Simakrama Kebangsaan, bertempat di Pura Gunung Salak, yang rencananya dilaksanakan pada 26 Maret, yang merupakan kerja sama Panitia Dharma Shanti Nasional dengan Kampus STAH DN Jakarta dan MPR RI. Acara dilanjutkan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu di Jabodetabek pada 3 April mendatang. Acara dilangsungkan di wantilan Pura Rawamangun, Jakarta Timur.
Ketua Umum Panitia Perayaan Nyepi 1944, Brigjen TNI Putra Widiastawa menjelaskan, Dharma Santi Nasional ini merupakan rangkaian kegiatan perayaan hari suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944, sebagai bentuk rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai bentuk dukungan kongkret terhadap program-program pemerintah yang selaras dengan tema “Aktualisasi Nilai Tat Twam Asi dalam Moderasi Beragama Menuju Indonesia Tangguh”. Menurutnya, pemilihan tema ini sejalan dengan langkah pemerintah melalui Kementerian Agama yang mencanangkan tahun 2022 sebagai Tahun Toleransi agar Indonesia menjadi barometer kerukunan umat beragama di dunia.
Brigjen TNI Putra Widiastawa menegaskan, selain acara ritual yang merupakan implementasi hubungan manusia dengan sang pencipta, pada rangkaian perayaan Nyepi juga dilaksanakan berbagai kegiatan yang mengandung makna membangun keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam dan antara manusia dengan sesama, sehingga paripurna dalam mewujudkan pengamalan ajaran Tri Hita Karana.
Sekretaris Umum Panitia, Komang Koheri berharap rangkaian acara Nyepi 1944 dapat meningkatkan kualitas sradha (keimanan) dan bhakti (ketaqwaan) umat Hindu, sebagai perwujudan pengamalan dharma agama dan dharma negara, serta meningkatkan pengendalian diri dan merajut keberagaman dalam kebersamaan antara warga bangsa melalui kehidupan beragama yang moderat, guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menambahkan, pelaksanaan keseluruhan rangkaian acara tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ia menyampaikan pesan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam, yang perlu dikelola agar menjadi kekuatan seperti taman yang indah justru karena adanya aneka bunga berwarna-warni.
“Umat Hindu harus bisa memberi sumbangsih pemikiran, wacana, dan implementasi nyata dalam mengharmonisasikan keberagaman tersebut ke dalam sebuah orchestra kehidupan yang dapat mengalunkan nada-nada kedamaian, ketenangan, dan kerukunan antar umat. Oleh karena itu, umat Hindu harus memiliki sikap saling menghargai dan menghormati untuk merekatkan keberagaman yang kita miliki,” ungkapnya. (BC13)














