Aksi Nekat Remaja Kendarai Motor di Pantai Kuta

0
241
Pantai Kuta
Tiga mengendarai sepeda motor di Pantai Kuta. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Pendidikan karakter dan nilai sosial sangat penting digencarkan di kalangan generasi muda. Hal ini tercermin dari sejumlah kasus yang dilakukan anak-anak di bawah umur yang menunjukkan kemerosotan etika dan sopan santun. Salah satu yang mencuri perhatian adalah adanya sekelompok anak yang nekat berkendara di Pantai Kuta pada Sabtu (14/6) sore.

Kejadian ini membuat kaget wisatawan dan masyarakat, karena di tengah kunjungan wisatawan yang meningkat justru muncul sepeda motor yang melintas di pantai. Padahal pantai merupakan ruang publik yang harus dijaga bersama. Keindahannya bukan hanya daya tarik wisata, tapi juga cermin budaya dan nilai sosial masyarakat Bali yang menjunjung tinggi ketertiban dan kesopanan.

Baca Juga:   Kisah Pilu Banjir di Mengwitani, Satu Keluarga Hilang Terseret Arus

Menurut keterangan salah satu warga, Nyoman Juliadi, dua unit sepeda motor terlihat dikendarai oleh remaja yang tidak menggunakan helm sekitar pukul 16.00 Wita. Salah satu motor bahkan ditumpangi oleh tiga orang. Kendaraan tersebut memasuki area pantai dari arah utara Shelter Tsunami Center dan melintas hingga ke arah selatan proyek pantai.

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Ajak Warga Beri Data Akurat ke Pantarlih

“Kejadiannya setelah turun hujan, banyak pengunjung yang sedang menikmati suasana sore. Lalu tiba-tiba motor-motor itu muncul dan sempat membuat panik warga,” ujarnya.

Aksi tersebut langsung direspons oleh warga dan nelayan setempat yang menghalau para remaja agar tidak melanjutkan perjalanan di sepanjang pantai. Tidak ada korban atau kerusakan dalam kejadian ini, namun sejumlah warga sempat melontarkan teguran karena menilai tindakan tersebut membahayakan keselamatan pengunjung.

Baca Juga:   Turun 20 Persen, Ini Momentum Tepat Investasi Kripto

Para remaja itu kemudian meninggalkan lokasi melalui kawasan Setra Asem Celagi menuju Jalan Dewi Sartika. Menanggapi insiden ini, warga menyarankan agar pihak berwenang mempertimbangkan pemasangan rambu atau tanda larangan mengendarai kendaraan bermotor di area pantai, kecuali untuk kepentingan petugas resmi seperti Jagabaya atau Balawista. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini