Beranda Ekonomi Ancaman Penurunan Kelas MSCI Membayangi Indonesia, Transparansi dan Kebijakan Satu Komando Kunci...

Ancaman Penurunan Kelas MSCI Membayangi Indonesia, Transparansi dan Kebijakan Satu Komando Kunci Jaga Kepercayaan Investor

0
MSCI
Viraguna Bagoes Oka. (ist)

balibercerita.com –
Di tengah ketidakpastian serta ancaman situasi ekonomi global yang melanda dunia saat ini, pemerintah Indonesia didesak untuk menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga iklim investasi nasional. Langkah perbaikan performa pasar dan transparansi dinilai menjadi kunci utama agar daya tarik bagi para investor global tidak terperosok.

Pengamat ekonomi, Viraguna Bagoes Oka, menekankan pentingnya respons cepat dan terukur dari pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Menurutnya, kepemimpinan yang solid sangat diperlukan untuk mengantisipasi potensi penyusunan ulang atau penurunan peringkat (downgrade) dari lembaga pemeringkat internasional.

Baca Juga:   ​Sasar Wisman Berkualitas, Bali Didesak Miliki Kebijakan Pariwisata Khusus

“Sepanjang pemerintah bisa komit untuk melakukan transparansi, komitmen untuk melakukan perbaikan dengan satu komando yang kuat dari pemerintah, saya kira downgrade ini bisa dihilangkan atau dipindahkan, sehingga kepercayaan para investor akan bisa naik kembali,” ujar Viraguna.

Viraguna menjelaskan, lembaga penyedia indeks global seperti MSCI memiliki tiga tingkatan kategorisasi pasar. Tingkat teratas dan terbaik adalah developed market, diikuti oleh tingkat menengah (emerging market), serta kategori terbawah yaitu standalone market.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia harus menghindari risiko penurunan kelas hingga ke tingkat terbawah tersebut karena dampaknya akan sangat merugikan iklim pembiayaan dan penanaman modal. “Berbahaya kalau kita masuk dalam kategori standalone ini. Kita bisa disetarakan dengan negara-negara di tingkat terbawah. Kalau sampai di-downgrade menjadi standalone, itu pasti merusak pasar investasi Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:   Gemarikan Badung Tak Hanya Cegah Stunting, Tapi Juga Serap Produk Perikanan Lokal

Untuk membendung dampak negatif ancaman downgrade di tengah kondisi global yang membayangi seluruh negara, Viraguna menilai perlunya konsolidasi penuh di tingkat pembuat kebijakan nasional. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian tanpa adanya sinergi lintas sektor dan stabilitas politik. “Harus ada satu komando, komitmen, dan kebersamaan yang kuat, serta transparansi terhadap situasi global yang memang sedang menghantui dan dihadapi oleh seluruh dunia,” tambahnya.

Baca Juga:   Jadi Tuan Rumah Berbelanja dan Berbagi ke-8, Badung Hadirkan 131 Pelaku Usaha Lokal dan Bantu 100 Warga

Disinggung mengenai dampak penurunan iklim investasi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat luas, Viraguna menegaskan bahwa muara dari setiap kebijakan ekonomi pada dasarnya kembali pada keseriusan dan niat politik pemerintah beserta parlemen. “Kesejahteraan akan tetap tergantung pada pemikiran pemerintah. Kembalinya kepada pemerintah dan wakil rakyat. Baik parlemen maupun semua partai politik yang berkuasa harus bisa komit untuk bekerja sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkas Viraguna. (BC18)