balibercerita.com –
Kapolda Bali, Irjen Pol. Pasma Royce menegaskan komitmen jajarannya untuk memberantas peredaran gelap narkotika serta menindak tegas pelanggaran hukum demi menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Komitmen tersebut disampaikan saat melangsungkan kunjungan kerja perdana kepada Gubernur Bali, Wayan Koster di Kompleks Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (15/10).
Pertemuan silaturahmi ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas antara Polda Bali dan Pemerintah Provinsi Bali dalam memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Kunjungan ini merupakan pertemuan awal saya dengan Bapak Gubernur sejak resmi menjabat sebagai Kapolda Bali. Kami memohon dukungan gubernur dalam menjalankan tugas sekaligus menegaskan komitmen kami untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah,” ujar Irjen Pol. Pasma Royce.
Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut hangat jajaran Polda Bali dan menekankan pentingnya peran kepolisian dalam mengawal nama baik pariwisata Pulau Dewata di mata internasional. “Bali sebagai destinasi pariwisata dunia sangat membutuhkan dukungan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sejumlah persoalan mendesak yang turut menjadi perhatian kita bersama antara lain maraknya pelanggaran lalu lintas oleh wisatawan hingga ancaman peredaran narkotika,” tegas Koster.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Bali memastikan pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi praktik kejahatan yang merusak iklim pariwisata, termasuk peredaran narkoba dan perilaku tak tertib wisatawan asing. Di saat yang sama, Polda Bali juga menunjukkan kesiapannya dalam mengatasi keluhan publik yang berdampak pada kenyamanan warga dan wisatawan, salah satunya krisis antrean bahan bakar minyak (BBM).
Guna mendukung kelancaran aktivitas publik dan pariwisata, Polda Bali memberikan dukungan penuh dalam percepatan distribusi BBM melalui pengawalan armada truk tangki dari Depot Manggis hingga pengamanan area SPBU, bahkan mengambil tindakan hukum terhadap lima orang spekulan yang nekat menimbun BBM.
Gubernur Koster berharap kolaborasi strategis ini terus terjalin secara berkelanjutan. “Kami berharap kerja sama Pemerintah Provinsi Bali dan Polda Bali terus diperkuat, baik dalam penanganan masalah pelayanan publik seperti BBM maupun dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Bali secara menyeluruh,” pungkas Koster. (BC18)


















