Beranda Sejarah Pameran 47 Karya Perempuan Seniman Asia-Pasifik, Rekam Perjalanan Seni Lintas Generasi

Pameran 47 Karya Perempuan Seniman Asia-Pasifik, Rekam Perjalanan Seni Lintas Generasi

0
Perempuan seniman
Wamenbud saat meninjau pameran di Museum Pasifika. (ist)

balibercerita.com –
Perjalanan panjang perempuan seniman dalam memperjuangkan ruang dan pengakuan di dunia seni menjadi salah satu sorotan pameran Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgia = Transendensi di Museum Pasifika, Nusa Dua. Pameran yang berlangsung pada 9 Oktober hingga 9 Desember 2026 tersebut dibuka pada Jumat (9/10), diresmikan Wakil Menteri Kebudayaan RI, H. Giring Ganesha Djumaryo, bersama Prof. Ir. Wiendu Nuryanti.

Melalui 47 karya dari 30 perempuan yang mewakili 12 negara, pameran ini menghadirkan rekam jejak perkembangan seni perempuan selama lebih dari satu abad, mulai dari pengaruh tradisi hingga ekspresi kontemporer. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi bagi perempuan seniman dengan latar belakang budaya dan perjalanan artistik yang beragam. Berbagai karya yang dipamerkan tidak hanya merepresentasikan perkembangan estetika, tetapi juga menyampaikan gagasan tentang ingatan, identitas, budaya, serta hubungan manusia dengan lingkungannya melalui beragam medium seni.

Baca Juga:   200 Marshal Lokal Siap Sukseskan GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika

Prof. Ir. Wiendu Nuryanti menilai pameran tersebut memiliki arti penting dalam mengangkat kembali perjalanan sejarah perempuan seniman Asia-Pasifik. Menurutnya, sejumlah karya yang ditampilkan merupakan tonggak penting dalam sejarah seni rupa perempuan, terutama karena lahir pada masa ketika karya perempuan belum memperoleh perhatian yang memadai dari dunia seni.

“Kalau kita lihat karya-karya yang dipamerkan di sini, banyak karya yang diciptakan ketika dunia seni rupa perempuan sama sekali belum dilirik. Namun, saat ini, upaya menghadirkan kembali karya-karya tersebut menjadi bagian penting untuk mengingat bahwa perjalanan sejarah seniman perempuan di Asia-Pasifik perlu diperhitungkan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Museum Pasifika beserta seluruh pihak yang terlibat dalam menghadirkan karya-karya lintas zaman tersebut. Pameran ini dinilai menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kontribusi perempuan dalam perkembangan seni sekaligus membuka ruang inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan di Bali.

Baca Juga:   The Suaka Baliaga, Rekomendasi Vila Mewah Bernuansa Tropis di Tengah Gemerlap Seminyak

Wiendu berharap karya-karya yang dipamerkan dapat mendorong pelajar dan generasi muda untuk melihat seni sebagai ruang berekspresi yang memiliki masa depan luas. Kehadiran karya para seniman perempuan dari berbagai negara, menurutnya, menunjukkan bahwa gagasan dan kreativitas perempuan memiliki tempat penting dalam perjalanan seni dunia.

Ia juga melihat perkembangan positif dalam keterlibatan perempuan di dunia seni. Tidak hanya dari segi jumlah, kualitas karya seniman perempuan juga dinilai semakin baik, seiring dengan semakin luasnya interaksi seni dengan masyarakat dan berbagai sektor kehidupan. “Dulu seni lebih banyak berkutat pada seni itu sendiri, tetapi sekarang sudah mulai masuk ke dunia industri dan berbagai lini lainnya. Saya kira ini menunjukkan kemajuan yang hebat, bagaimana karya-karya perempuan semakin mampu menyapa masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, H. Giring Ganesha Djumaryo menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendukung ruang-ruang seni yang memperluas pengenalan karya perempuan, termasuk seniman dari Bali dan kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk menyentuh emosi, membangun hubungan antarmanusia, serta menghadirkan pengalaman yang melampaui batas bahasa dan budaya.

Baca Juga:   Tiga Desa Wisata di Bali Raih ADWI 2021

“Sebagai seorang seniman sendiri, saya sangat memahami kekuatan seni. Sebuah lagu, sebuah lukisan, keduanya dapat membuat kita jatuh cinta. Mereka dapat membuat kita merasa menang atau bahkan benar-benar hancur. Kebangkitan kita, emosi kita, dan mengingatkan kita dengan sesama,” ucapnya.

Pembukaan pameran turut dilengkapi kegiatan Artists Talk, yang menjadi ruang berbagi pengalaman, proses kreatif, serta gagasan di balik karya-karya yang ditampilkan. Pameran Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgia = Transendensi terbuka untuk masyarakat hingga 9 Desember 2026. Masyarakat dapat mengunjunginya setiap hari pukul 10.00–18.00 Wita di Museum Pasifika, kawasan ITDC, Nusa Dua. (BC5)