balibercerita.com –
Tumpukan sampah anorganik berupa botol ditemukan di alur drainase di ujung Jalan Yudistira, Seminyak, Jumat (2/10). Dari lokasi tersebut, Tim Betoks (Bersih Totalkan Sampah) Sungai Seminyak mengangkut sekitar satu bak moci sampah.
Lurah Seminyak, I Putu Gede Adhi Karmita Putra menduga sampah yang ditemukan bukan merupakan sampah baru. Material tersebut diduga merupakan sampah lama yang sebelumnya tersangkut di dalam alur drainase atau gorong-gorong.
Sampah tersebut kemudian terlepas dan terbawa aliran air menuju titik yang lebih rendah, seiring adanya proyek pembaruan saluran drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung. “Jadi ini kemungkinan memang sampah-sampah lama yang tersangkut pada gorong-gorong lama,” ungkapnya.
Dalam pembersihan, tim mendapati sampah yang didominasi botol plastik, kardus, hingga potongan kayu berukuran kecil. Seluruh material tersebut kemudian diangkut dari alur drainase untuk mencegah kembali menyumbat saluran.
Adhi menegaskan, penyisiran terhadap alur gorong-gorong akan dilakukan secara berkelanjutan. Apabila ditemukan tumpukan sampah serupa di titik yang sama maupun lokasi lainnya yang dapat diakses, Tim Betoks Sungai Seminyak akan kembali diterjunkan. “Jika ada temuan sampah pada alur gorong-gorong yang memang memungkinkan untuk diakses, maka kami akan turunkan Tim Betoks Sungai Seminyak ini,” imbuhnya.
Menurut Adhi, Tim Betoks Sungai Seminyak merupakan salah satu inovasi yang dibentuk Kelurahan Seminyak beberapa bulan terakhir. Tim tersebut beranggotakan 10 tenaga kebersihan lingkungan setempat yang diberdayakan untuk mempercepat penanganan persoalan sampah, khususnya pada aliran sungai dan drainase.
Pembentukan tim tersebut tidak lepas dari evaluasi terhadap persoalan banjir yang selama ini terjadi di wilayah Seminyak. Salah satu faktor yang dinilai turut memperparah genangan adalah tersumbatnya saluran drainase akibat sampah.
“Berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, banjir yang terjadi di Seminyak diakibatkan pula oleh adanya sumbatan sampah pada drainase. Kami harap, adanya tim ini dapat mempercepat atensi sumbatan yang terjadi, dan sekaligus meminimalisir potensi kejadian serupa di kemudian hari,” pungkasnya. (BC5)
















