Beranda Umum Pembangunan Dermaga Water Taxi Perancak Masih Dikaji, 14 Kajian Harus Dituntaskan

Pembangunan Dermaga Water Taxi Perancak Masih Dikaji, 14 Kajian Harus Dituntaskan

0
Dermaga water taxi
Sosialisasi rencana pembangunan water taxi, Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Jumat (2/10). (BC9)

balibercerita.com –
Rencana pembangunan dermaga wisata untuk mendukung layanan water taxi di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, masih membutuhkan sejumlah kajian sebelum dapat direalisasikan. Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi yang digelar di kantor Desa Tibubeneng, Jumat (2/10), yang melibatkan tokoh masyarakat dan nelayan setempat.

Dalam forum tersebut, masyarakat memberikan berbagai masukan mengenai rencana pembangunan dermaga. Salah satu perhatian utama berkaitan dengan lokasi yang berada di kawasan yang selama ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan adat dan keagamaan.

Di kawasan tersebut terdapat pura yang berkaitan dengan aktivitas nelayan. Selain sebagai lokasi persembahyangan, kawasan itu juga digunakan untuk kegiatan melasti dan memohon tirta panembak. Aktivitas masyarakat sebagai nelayan juga menjadi bagian yang perlu diperhitungkan dalam rencana pembangunan.

Selain persoalan sosial dan budaya, masyarakat turut menyoroti kemungkinan perubahan arus laut akibat keberadaan bangunan dermaga. Kondisi tersebut dikhawatirkan berpengaruh terhadap karakter ombak di sekitar kawasan Pantai Perancak.

Baca Juga:   Pentingnya Reward Bagi Tumbuh Kembang Anak

Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Pendukung Konektivitas, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), Liz Zeny Merry mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan rencana pengembangan transportasi alternatif dari Bandara Ngurah Rai.

Menurutnya, kebutuhan terhadap moda transportasi alternatif menjadi salah satu hal yang dikaji seiring meningkatnya mobilitas wisatawan di Bali. Pertumbuhan arus kendaraan dikhawatirkan semakin membebani jalur darat, terutama di kawasan Canggu dan wilayah sekitarnya.

Oleh karena itu, transportasi laut melalui layanan water taxi mulai dipertimbangkan untuk mendukung konektivitas kawasan pariwisata. “Namun memang kita masih punya perjalanan ke depan yang perlu dilengkapi kajian-kajian lain. Masih ada 14 kajian lainnya,” ujarnya usai sosialisasi.

Ia menjelaskan, dalam sosialisasi tersebut pemerintah telah memperlihatkan rancangan awal pembangunan dermaga water taxi. Namun, rancangan tersebut belum bersifat final dan masih memungkinkan mengalami perubahan berdasarkan masukan dari masyarakat.

Baca Juga:   Badung Kembali Incar Gelar Juara Umum Turnamen Korpri Provinsi Bali

Menurut Liz, realisasi pembangunan juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta pihak swasta. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan rencana tersebut. “Kita masih terbuka ya, masih dinamis perkembangannya, sehingga ini menjadi langkah awal kami untuk komunikasi dengan masyarakat sehingga bisa mendapatkan masukan-masukan yang lebih komprehensif,” paparnya.

Terkait lokasi yang dipilih, Liz mengatakan, penentuan kawasan Pantai Perancak telah mengacu pada hasil kajian awal. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi ombak yang dinilai relatif lebih tenang dibandingkan dengan sejumlah lokasi di sekitarnya.

Namun, dalam proses sosialisasi diketahui lokasi tersebut memiliki keterkaitan dengan kawasan pura yang digunakan oleh nelayan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu aspek yang perlu dikaji lebih lanjut sebelum rencana pembangunan dilanjutkan.

Baca Juga:   Segera Dideportasi, Enam WNA Masuk Paksa Vila di Mengwi

“Tapi kan ada masukan-masukan nanti mau diapa, mau bagaimana. Nah, ini yang nanti harus ada kajian budaya, sosial budaya lagi,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa waktu pelaksanaan pembangunan dermaga hingga kini belum dapat ditentukan. Pemerintah masih harus menyelesaikan berbagai persiapan, termasuk belasan kajian yang dibutuhkan untuk memastikan pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Menurutnya, rencana pengembangan transportasi umum tersebut harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pembangunan baru akan dilakukan setelah seluruh aspek yang berkaitan dengan rencana tersebut dinilai memadai.

“Kita pingin lebih banyak manfaat daripada mudarat ya. Nah jadi nanti ini akan dilihat dulu proses kajian-kajian ini apakah memang kita bisa mengeksekusi ini semuanya, kita baru kerjakan,” terangnya. (BC9)